Benazir Bhutto Sunni atau Syiah? Ini Jawabannya

Minggu, 11 Mei 2025 - 17:25 WIB
loading...
Benazir Bhutto Sunni...
Benazir Bhutto merupakan salah satu pemimpin Pakistan yang kharismatik. Foto/X/@AyazBuriroPPP
A A A
ISLAMABAD - Benazir Bhutto merupakan Perdana Menteri Pakistan yang menjabat sejak tahun 1993 hingga 1996. Sosoknya mulai dikenal setelah menyandang predikat sebagai PM wanita pertama di Pakistan dan bahkan dalam sejarah umat Muslim.

Sebagai salah satu tokoh politik dunia yang beragama Islam, banyak pihak mempertanyakan aliran kepercayaan yang dimilikinya, apakah Bhutto adalah seorang Muslim Sunni atau Syiah? Pertanyaan itu muncul lantaran latar belakang keluarganya yang cukup berseberangan.

Benazir lahir pada 21 Juni 1953 di Karachi dari keluarga Bhutto yang berpengaruh di Sindh. Ayahnya, Zulfikar Ali Bhutto, adalah seorang Sunni dan pendiri Partai Rakyat Pakistan (PPP), serta pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Pakistan.

Sedangkan Ibunya, Nusrat Ispahani, berasal dari keluarga Syiah Iran dan merupakan seorang Syiah sebelum menikah dengan Zulfikar.

Dalam autobiografinya, Benazir menyebut bahwa ibunya yang mengajarkan ritual-ritual doa kepadanya, namun tidak secara eksplisit menyatakan afiliasi mazhabnya sendiri.

Kepercayaan Spiritual Benazir Bhutto

Dalam wawancara tahun 2002 dengan The Guardian, Benazir menggambarkan dirinya sebagai penganut cabang Sufi dari Islam Sunni. Hal ini menunjukkan bahwa ia memiliki pendekatan spiritual yang lebih inklusif dan mungkin menggabungkan elemen-elemen dari berbagai tradisi Islam.

Penulis biografinya, Allen, menyebut bahwa Benazir memiliki keyakinan religius yang tulus meskipun tidak ortodoks, dan sering menggunakan ungkapan "inshallah" dalam percakapan sehari-hari.

Dalam konteks politik Pakistan yang sensitif terhadap isu sektarian, afiliasi mazhab Benazir menjadi topik yang penting. Beberapa kelompok ekstremis Sunni menentang kepemimpinannya karena keyakinan bahwa perempuan tidak seharusnya memimpin, dan karena mereka menganggapnya sebagai seorang Syiah.

Meskipun demikian, Benazir jarang membahas secara terbuka afiliasi mazhabnya, mungkin untuk menjaga persatuan di tengah masyarakat yang beragam. Sebagai pemimpin PPP, ia berusaha mengedepankan agenda sekuler dan demokratis, yang menekankan pada persatuan nasional di atas perbedaan sektarian.

Pernikahannya dengan Asif Ali Zardari, yang berasal dari keluarga Syiah, juga menunjukkan pendekatan inklusif terhadap perbedaan mazhab.

Baca Juga: Pakar Ini Ungkap Banyak Kejutan Pakistan yang Mengecoh Militer India

Namun, tantangan dari kelompok konservatif dan ekstremis tetap ada. Beberapa ulama konservatif mengkritiknya karena dianggap tidak memenuhi peran tradisional perempuan dalam Islam.

Tragisnya, Benazir dibunuh pada 27 Desember 2007 dalam sebuah serangan setelah kampanye politik di Rawalpindi. Pembunuhannya mengguncang Pakistan dan dunia internasional, serta menimbulkan spekulasi tentang motif di balik serangan tersebut.

Beberapa pihak menuduh kelompok ekstremis Sunni sebagai pelaku, mengingat penentangan mereka terhadap kepemimpinannya.

Setelah kematiannya, warisan Benazir tetap hidup melalui partainya dan anak-anaknya, terutama Bilawal Bhutto Zardari, yang melanjutkan perjuangan politiknya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Pakar Optimistis Kepolisian Jadi Institusi yang Modern dan Presisi
Haaland Cetak Brace,...
Haaland Cetak Brace, Norwegia Paksa Senegal Angkat Koper Lebih Cepat
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Dapat Jalur Relatif Mudah ke Semifinal Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved