India Sangkal Sistem Rudal S-400-nya Hancur Diserang Jet Tempur JF-17 Pakistan
Minggu, 11 Mei 2025 - 09:34 WIB
loading...
A
A
A
"Ketiga, menurut kampanye misinformasi Pakistan, depot amunisi kami di Chandigarh dan Vyas rusak, yang juga sepenuhnya salah," sambung dia.
"Pakistan membuat tuduhan palsu bahwa Angkatan Darat India merusak masjid. Saya ingin memperjelas bahwa India adalah negara sekuler dan Angkatan Darat kami adalah cerminan yang sangat indah dari nilai konstitusional India..." paparnya.
India dan Pakistan pada hari Sabtu mengumumkan gencatan senjata, yang menghentikan aksi militer selama berhari-hari dan meningkatkan ketegangan setelah serangan teroris di Pahalgam. Namun, beberapa jam kemudian, ledakan menggelegar di kota-kota perbatasan dengan kedua negara saling tuduh melanggar kesepakatan.
Bantahan dari India juga disampaikan Komandan Sayap Vyomika Singh.
"Pakistan telah berupaya untuk melakukan kampanye misinformasi jahat yang berkelanjutan, dengan klaim penghancuran sistem S-400 India, penghancuran lapangan udara di Surat dan Sirsa...India dengan tegas menolak klaim palsu yang disebarkan oleh Pakistan," kata Singh dalam jumpa pers, seperti dikutip dari Hindustan Times, Minggu (11/5/2025).
"Pakistan membuat tuduhan palsu bahwa Angkatan Darat India merusak masjid. Saya ingin memperjelas bahwa India adalah negara sekuler dan Angkatan Darat kami adalah cerminan yang sangat indah dari nilai konstitusional India..." paparnya.
India dan Pakistan pada hari Sabtu mengumumkan gencatan senjata, yang menghentikan aksi militer selama berhari-hari dan meningkatkan ketegangan setelah serangan teroris di Pahalgam. Namun, beberapa jam kemudian, ledakan menggelegar di kota-kota perbatasan dengan kedua negara saling tuduh melanggar kesepakatan.
Bantahan dari India juga disampaikan Komandan Sayap Vyomika Singh.
"Pakistan telah berupaya untuk melakukan kampanye misinformasi jahat yang berkelanjutan, dengan klaim penghancuran sistem S-400 India, penghancuran lapangan udara di Surat dan Sirsa...India dengan tegas menolak klaim palsu yang disebarkan oleh Pakistan," kata Singh dalam jumpa pers, seperti dikutip dari Hindustan Times, Minggu (11/5/2025).
Lihat Juga :