Profil Robert Prevost, Paus Pertama dari Amerika Serikat

Jum'at, 09 Mei 2025 - 01:16 WIB
loading...
Profil Robert Prevost,...
Robert Prevost menggunakan gelar Paus Leo XIV. Foto/my central oregon
A A A
VATIKAN - Paus Leo XIV yang sebelumnya dikenal sebagai Kardinal Robert Francis Prevost, terpilih sebagai Paus ke-267 Gereja Katolik pada 8 Mei 2025.

Ia menjadi Paus pertama yang lahir di Amerika Serikat dan anggota Ordo Santo Agustinus pertama yang menduduki Takhta Suci dalam sejarah Gereja Katolik.

Kehidupan dan Pendidikan


Robert Francis Prevost lahir pada 14 September 1955 di Chicago, Illinois, dari pasangan Louis Marius Prevost dan Mildred Martinez.

Ayahnya memiliki keturunan Prancis dan Italia, sementara ibunya berasal dari Spanyol. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah di seminari kecil Ordo Santo Agustinus pada 1973, Prevost meraih gelar Bachelor of Science dalam bidang matematika dari Universitas Villanova pada 1977.

Ia kemudian melanjutkan studi teologi di Catholic Theological Union di Chicago, memperoleh gelar Master of Divinity pada 1982.

Selanjutnya, ia melanjutkan studi di Roma dan meraih gelar Licentiate dan Doctor of Canon Law dari Universitas Kepausan Santo Thomas Aquinas pada 1984 dan 1987.

Pelayanan Misionaris di Peru


Setelah ditahbiskan sebagai imam pada 19 Juni 1982 oleh Uskup Agung Jean Jadot, Prevost memulai pelayanan misionarisnya di Peru pada 1985.

Ia menjabat sebagai kanselir di Prelatur Teritorial Chulucanas dan kemudian memimpin seminari Agustinus di Trujillo selama satu dekade.

Selama di Peru, ia juga mengajar hukum kanonik di seminari keuskupan, menjadi hakim di pengadilan gerejawi regional, dan memimpin komunitas umat di pinggiran kota.

Pengalaman ini memperkuat keterikatannya dengan masyarakat Amerika Latin dan memperluas pengaruh pastoralnya di kawasan tersebut.

Kepemimpinan dalam Ordo Agustinus


Pada 1998, Prevost terpilih sebagai provinsial Ordo Agustinus di Chicago. Tiga tahun kemudian, ia diangkat sebagai Prior Jenderal Ordo Agustinus, posisi tertinggi dalam ordo tersebut, dan menjabat selama dua periode hingga 2013.

Selama masa kepemimpinannya, ia fokus pada reformasi internal dan memperkuat misi ordo di berbagai belahan dunia.

Pelayanan Episkopal dan Peran di Vatikan


Pada 3 November 2014, Paus Fransiskus menunjuk Prevost sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Chiclayo di Peru dan Uskup Tituler Sufar.

Ia ditahbiskan sebagai uskup pada 12 Desember 2014 dan secara resmi diangkat sebagai Uskup Chiclayo pada 26 September 2015.

Selama menjabat, ia aktif dalam Konferensi Waligereja Peru, menjabat sebagai anggota dewan permanen dan ketua Komisi Pendidikan dan Budaya.

Pada 30 Januari 2023, Paus Fransiskus mengangkat Prevost sebagai Prefek Dikasteri untuk Para Uskup, posisi penting yang bertanggung jawab atas penunjukan uskup di seluruh dunia.

Ia juga diangkat sebagai Presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin. Pada 30 September 2023, ia diangkat sebagai kardinal-deakon dan pada 6 Februari 2025, ia dipromosikan menjadi kardinal-uskup dengan penugasan di Keuskupan Suburbikaria Albano.

Pemilihan sebagai Paus


Setelah wafatnya Paus Fransiskus pada April 2025, konklaf yang terdiri dari 133 kardinal berkumpul di Vatikan untuk memilih Paus baru.

Pada hari kedua konklaf, setelah empat putaran pemungutan suara, Prevost terpilih sebagai Paus dan mengambil nama Leo XIV.

Pemilihannya diumumkan secara resmi oleh Kardinal Protodiakon Dominique Mamberti dengan pengumuman "Habemus Papam" dari balkon Basilika Santo Petrus.

Visi dan Tantangan Kepausan


Sebagai Paus Leo XIV, ia menghadapi berbagai tantangan dalam Gereja Katolik, termasuk krisis kepercayaan akibat skandal pelecehan seksual, penurunan jumlah panggilan imamat, dan meningkatnya sekularisasi di dunia Barat.

Dalam pidato perdananya, ia menekankan pentingnya perdamaian, persatuan, dan keberlanjutan reformasi yang telah dimulai oleh pendahulunya.

Ia juga menyatakan komitmennya menjadikan Gereja sebagai tempat yang ramah dan inklusif bagi semua umat.

Reaksi dan Harapan Umat


Pemilihan Paus Leo XIV disambut dengan antusiasme oleh umat Katolik di seluruh dunia, terutama di Amerika Serikat dan Amerika Latin.

Pengalaman pastoralnya yang luas dan keterlibatannya dalam reformasi Gereja memberikan harapan baru bagi masa depan Gereja Katolik.

Banyak yang berharap kepemimpinannya akan membawa pembaruan dan memperkuat misi Gereja di era modern ini.

Dengan latar belakang yang kaya dan pengalaman yang luas, Paus Leo XIV diharapkan dapat memimpin Gereja Katolik menuju masa depan yang lebih inklusif, transparan, dan relevan bagi umat di seluruh dunia.

Baca juga: BREAKING NEWS! Robert Prevost Terpilih sebagai Paus Baru
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Investigasi Media: Gereja...
Investigasi Media: Gereja Katolik Spanyol Dilanda Pedofil, 3.084 Orang Jadi Korban
Paus Leo Sebut Perang...
Paus Leo Sebut Perang di Timur Tengah sebagai Skandal, Desak Gencatan Senjata Segera
Khotbah Natal Pertama,...
Khotbah Natal Pertama, Paus Leo Soroti Tenda Warga Palestina di Gaza dan Kelahiran Yesus
Paus Leo Serukan Gencatan...
Paus Leo Serukan Gencatan Senjata Semua Perang di Dunia pada Hari Natal
Mobil Paus Fransiskus...
Mobil Paus Fransiskus Disulap Jadi Klinik Keliling, Segera Dikirim ke Gaza
Diberkati Paus Fransiskus,...
Diberkati Paus Fransiskus, Nilai Lukisan Denny JA Diprediksi Tembus Rp34 Miliar
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Anda Akan Sendirian jika Terus Serang Iran
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 Filipina Jadi 37 Orang, 400 Lebih Luka
Rekomendasi
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Berita Terkini
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved