Trump Akan Sebut Teluk Persia sebagai Teluk Arab, Iran Marah

Kamis, 08 Mei 2025 - 15:14 WIB
loading...
Trump Akan Sebut Teluk...
Presiden AS Donald Trump berencana untuk mengganti nama Teluk Persia menjadi Teluk Arab. Iran marah dengan rencana tersebut. Foto/Tehran Times
A A A
TEHERAN - Media-media Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa Presiden Donald Trump berencana akan menyebut Teluk Persia sebagai Teluk Arab. Laporan itu telah memicu kemarahan Iran.

Trump akan berkunjung ke Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab pada 13-16 Mei 2025. Selama kunjungan itu, dia dilaporkan akan mengumumkan keputusan Amerika untuk penyebutan perairan penting itu dengan nama Teluk Arab.

Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada hari Rabu, Trump mengatakan dia memperkirakan tuan rumahnya akan bertanya tentang nama yang digunakan AS untuk jalur perairan tersebut selama perjalanan pertamanya ke Timur Tengah sejak berkuasa kembali di Gedung Putih.

Baca Juga: Iran Pamer Rudal Baru yang Siap Serang Pangkalan AS, Namanya Qassem Basir

"Saya harus membuat keputusan," kata Trump menanggapi pertanyaan tentang apakah dia akan membuat pengumuman tentang nama perairan tersebut, seperti dikutip Al Jazeera, Kamis (8/5/2025).

"Saya tidak ingin menyakiti perasaan siapa pun. Saya tidak tahu apakah perasaan akan terluka," ujarnya.

"Saya akan diberi pengarahan tentang itu dan saya akan membuat keputusan," imbuh Trump.

Nama jalur air itu telah lama menjadi sumber ketegangan antara negara-negara Arab dan Iran.

Iran berpendapat bahwa Teluk Persia adalah nama yang tepat mengingat bukti sejarah, termasuk peta kuno, yang menunjukkan bahwa wilayah itu adalah bagian dari wilayahnya.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, dan negara-negara Arab lainnya menggunakan istilah "Teluk Arab" atau "Teluk" untuk jalur perairan tersebut.

Pada 2023, Teheran memanggil duta besar Irak untuk memprotes penggunaan nama "Piala Teluk Arab" oleh Baghdad untuk turnamen sepak bola utama di kawasan tersebut.

Pada 2012, Iran mengancam akan menuntut raksasa internet Google karena membiarkan jalur perairan itu tidak disebutkan namanya pada layanan peta daringnya.

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengecam laporan tentang rencana Trump soal penyebutan nama perairan itu.

"Usulan terbaru tentang perubahan nama tersebut menjadi indikasi niat bermusuhan terhadap Iran dan rakyatnya," katanya.

"Tindakan tersebut hanya akan mendatangkan kemarahan semua orang Iran dari semua lapisan masyarakat," paparnya.

"Tindakan bias seperti itu merupakan penghinaan bagi semua orang Iran, terlepas dari latar belakang atau tempat tinggal mereka," imbuh Araghchi dalam sebuah posting di X pada Kamis pagi.

"Mari kita berharap bahwa rumor tidak masuk akal tentang Teluk Persia yang beredar tidak lebih dari sekadar kampanye disinformasi oleh 'pejuang abadi' untuk membuat marah orang Iran di seluruh dunia dan membuat mereka gelisah."

Dalam salah satu tindakan pertamanya sebagai presiden, Trump pada Januari lalu menandatangani perintah eksekutif untuk mengganti nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Perjuangan Iran di Piala...
Perjuangan Iran di Piala Dunia 2026 Sentuh Hati Infantino
Gempa M6,0 Guncang Pantai...
Gempa M6,0 Guncang Pantai Barat Meksiko
Iran Ingatkan Selat...
Iran Ingatkan Selat Hormuz hanya Dibuka Bebas 60 Hari, selanjutnya...
Rekomendasi
Rustini Muhaimin Dorong...
Rustini Muhaimin Dorong Kemandirian Santri Lewat Pelatihan Menjahit
Bupati dan Sekda Kuansing...
Bupati dan Sekda Kuansing Kenakan Rompi Oranye usai Serahkan Diri ke KPK
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, DPC PPP Lebak Bidik Gen Z lewat Strategi Kreatif dan Inklusif
Berita Terkini
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved