Gagal Mendarat di Kapal Induk AS, Pesawat Tempur Senilai Rp1,2 Triliun Ini Jatuh ke Laut
Rabu, 07 Mei 2025 - 23:35 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Setelah Berlaku di Sekolah, Mendagri Prancis Akan Larang Penggunaan Jilbab di Kampus
Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada hari yang sama ketika kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran “menembak” ke Truman, meskipun masih belum jelas apakah kedua peristiwa tersebut saling terkait. Investigasi formal sedang berlangsung, sementara Angkatan Laut AS belum secara resmi mengonfirmasi rinciannya.
Minggu lalu, F/A-18 lainnya jatuh dari Truman selama manuver mengelak untuk menghindari tembakan rudal Houthi yang masuk. Dalam insiden terpisah Desember lalu, sebuah F/A-18 secara keliru ditembak jatuh oleh kapal penjelajah berpeluru kendali USS Gettysburg tak lama setelah diluncurkan dari Truman untuk melakukan serangan bom terhadap target-target Houthi di Yaman.
Setiap F/A-18 Super Hornet berharga antara USD60 juta dan USD70 juta, menurut perkiraan Pentagon. Houthi juga mengklaim telah menembak jatuh lebih dari selusin pesawat nirawak MQ-9 Reaper Amerika selama setahun terakhir, yang masing-masing bernilai sekitar $30 juta.
AS telah berulang kali bentrok dengan Houthi sejak kelompok itu mulai menargetkan pengiriman Laut Merah pada akhir tahun 2023, dengan mengklaim bertindak sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat Palestina di tengah kampanye militer Israel di Gaza.
Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada hari yang sama ketika kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran “menembak” ke Truman, meskipun masih belum jelas apakah kedua peristiwa tersebut saling terkait. Investigasi formal sedang berlangsung, sementara Angkatan Laut AS belum secara resmi mengonfirmasi rinciannya.
Minggu lalu, F/A-18 lainnya jatuh dari Truman selama manuver mengelak untuk menghindari tembakan rudal Houthi yang masuk. Dalam insiden terpisah Desember lalu, sebuah F/A-18 secara keliru ditembak jatuh oleh kapal penjelajah berpeluru kendali USS Gettysburg tak lama setelah diluncurkan dari Truman untuk melakukan serangan bom terhadap target-target Houthi di Yaman.
Setiap F/A-18 Super Hornet berharga antara USD60 juta dan USD70 juta, menurut perkiraan Pentagon. Houthi juga mengklaim telah menembak jatuh lebih dari selusin pesawat nirawak MQ-9 Reaper Amerika selama setahun terakhir, yang masing-masing bernilai sekitar $30 juta.
AS telah berulang kali bentrok dengan Houthi sejak kelompok itu mulai menargetkan pengiriman Laut Merah pada akhir tahun 2023, dengan mengklaim bertindak sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat Palestina di tengah kampanye militer Israel di Gaza.
Lihat Juga :