Dunia Sedang Tidak Baik-baik Saja, Kenapa Kecanduan Global pada Brand Mewah Terus Meningkat?
Selasa, 06 Mei 2025 - 03:50 WIB
loading...
A
A
A
“Salah satu aspek paling berbahaya dari perilaku ini adalah penerimaan sosialnya. Kita hidup dalam budaya di mana pembelian berikutnya dipandang sebagai jalan yang sah menuju kebahagiaan. Namun, yang sebenarnya kita idamkan bukanlah barangnya—melainkan keadaan emosional yang kita harapkan akan diberikannya: Keamanan, kekaguman, koneksi.”
“Bertanya ‘Bagaimana perasaan saya saat ini?’ atau ‘Apa yang saya syukuri?’ mulai mengubah otak ke arah kehadiran, bukan pengejaran,” kata Gerber.
Pendekatan holistik klinik ini bertujuan untuk menghentikan pola-pola ini dengan menggabungkan terapi berbasis ilmu saraf dan praktik introspektif.
Klien dipandu menuju konsumsi sadar dan kesadaran emosional.
“Tujuannya bukanlah untuk menolak keindahan atau kerajinan,” kata Gerber, seraya menambahkan bahwa “ini tentang memiliki kendali atas bagaimana dan mengapa kita mengonsumsi.”
4. Perlu Kesadaran Diri dan Rasa Syukur
Untuk melawan daya tarik kemewahan sebagai harga diri, Paracelsus Recovery merekomendasikan praktik sederhana namun transformatif seperti pemeriksaan rasa syukur dan kesadaran diri yang diwujudkan.“Bertanya ‘Bagaimana perasaan saya saat ini?’ atau ‘Apa yang saya syukuri?’ mulai mengubah otak ke arah kehadiran, bukan pengejaran,” kata Gerber.
Pendekatan holistik klinik ini bertujuan untuk menghentikan pola-pola ini dengan menggabungkan terapi berbasis ilmu saraf dan praktik introspektif.
Klien dipandu menuju konsumsi sadar dan kesadaran emosional.
“Tujuannya bukanlah untuk menolak keindahan atau kerajinan,” kata Gerber, seraya menambahkan bahwa “ini tentang memiliki kendali atas bagaimana dan mengapa kita mengonsumsi.”
(ahm)
Lihat Juga :