Putin: Rusia Berdiri Sendiri Melawan Barat

Senin, 05 Mei 2025 - 07:27 WIB
loading...
Putin: Rusia Berdiri...
Presiden Vladimir Putin menyatakan Rusia berdiri sendiri melawan Barat. Foto/Ilustrasi SINDO News
A A A
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia berdiri sendiri melawan Barat, yang sedang melancarkan “perang eksistensial” terhadap negaranya.

Putin menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah film dokumenter berjudul "Russia. Kremlin. Putin. 25 years", yang dibuat oleh penyiar Rossiya-1 dan dirilis pada hari Minggu.

Film tersebut menandai peringatan 25 tahun Putin menjadi presiden Rusia untuk pertama kalinya. Dia dilantik pada 7 Mei 2000.

Film dokumenter tersebut menampilkan percakapan antara Putin dan jurnalis Pavel Zarubin tentang berbagai hal, termasuk permusuhan antara Ukraina dan Rusia, serta konflik yang lebih luas antara Moskow dan Barat.

Baca Juga: Putin Berharap Tak Gunakan Senjata Nuklir di Ukraina, Ini Alasannya

“Rusia pada dasarnya berdiri sendiri melawan Barat kolektif. Ini membutuhkan sikap serius terhadap kemungkinan perkembangan situasi dalam pengertian khusus ini,” kata Putin, seperti dikutip dari Russia Today, Senin (5/5/2025).

"Sudah jelas sejak awal tahun 2000-an bahwa Barat telah bertindak secara diam-diam terhadap Rusia, berbicara tentang satu hal dan melakukan yang sebaliknya," kata Putin.

Menurutnya, kegagalan Barat untuk mendengarkan peringatan berulang Rusia, serta penolakannya untuk sepenuhnya mengakui kedaulatan negara dan menghormati kepentingan nasionalnya, pada akhirnya menyebabkan krisis yang sedang berlangsung.

“‘Dunia beradab’ ini memutuskan bahwa Rusia telah melemah, Rusia historis yang disebut Uni Soviet telah runtuh, dan bagian-bagian yang tersisa perlu dihabisi. Yang terbesar di antara mereka adalah Federasi Rusia, dan itu juga perlu dipecah menjadi 4-5 bagian. Saya bertanggung jawab atas masa depan negara. Tentu saja, saya mulai bekerja untuk memastikan bahwa ini tidak pernah terjadi,” katanya.

Moskow telah berulang kali menggambarkan permusuhan di Ukraina sebagai perang proksi Barat terhadap Rusia, di mana warga Ukraina digunakan sebagai "umpan meriam".

Para pejabat Rusia berpendapat bahwa Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya sengaja meningkatkan ketegangan dengan mengabaikan kekhawatiran keamanan Moskow atas ekspansi NATO di Eropa Timur dan meningkatnya kerja sama militernya dengan Ukraina.

"Rusia dan negara-negara Barat kolektif akhirnya terkunci dalam perang eksistensial," tegas Putin, seraya menambahkan bahwa banyak pihak di Barat kini telah mengakui hal itu secara terbuka.

Pada bulan Maret, misalnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, "Sejujurnya, perang proksi antara negara-negara nuklir—Amerika Serikat, yang membantu Ukraina, dan Rusia."

Rubio juga mengatakan bahwa Barat harus meninggalkan strategi buntu untuk mendukung Kyiv selama diperlukan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
350 Pegawai Pemerintah...
350 Pegawai Pemerintah Iran Tewas akibat Serangan AS dan Israel
Israel Akui Pesawat...
Israel Akui Pesawat Pembom AS Gunakan Pangkalan Udaranya untuk Serang Iran
600 Eks Pejabat Israel...
600 Eks Pejabat Israel Desak Trump Tekan Netanyahu
Ukraina Ledakkan Kapal...
Ukraina Ledakkan Kapal Dagang Iran di Laut Kaspia, Rusia Peringatkan Ancaman Kyiv
Penerbangan Netanyahu...
Penerbangan Netanyahu ke AS Melintasi Wilayah Udara Negara-negara Anggota ICC
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
Elon Musk Sebut AS 1.000%...
Elon Musk Sebut AS 1.000% Bakal Bangkrut: Utang Amerika Tembus Rp713.684 Triliun
AS Kekurangan Stok Rudal,...
AS Kekurangan Stok Rudal, Trump Tunda Serangan Besar-besaran Terhadap Iran
Penembakan Horor di...
Penembakan Horor di Festival Kuliner Seattle, 3 Orang Tewas
Rekomendasi
Sikap Menko Polkam soal...
Sikap Menko Polkam soal Penindakan Vape Narkoba Didukung APVI dan PPEI
Mantan Dirut PGN Dituntut...
Mantan Dirut PGN Dituntut 5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Jual Beli Gas
35 Tahun Berkarya, Twilite...
35 Tahun Berkarya, Twilite Orchestra Siapkan Konser Akbar Bersama Solois Internasional dan 200 Penyanyi
Berita Terkini
350 Pegawai Pemerintah...
350 Pegawai Pemerintah Iran Tewas akibat Serangan AS dan Israel
Israel Akui Pesawat...
Israel Akui Pesawat Pembom AS Gunakan Pangkalan Udaranya untuk Serang Iran
600 Eks Pejabat Israel...
600 Eks Pejabat Israel Desak Trump Tekan Netanyahu
Ukraina Ledakkan Kapal...
Ukraina Ledakkan Kapal Dagang Iran di Laut Kaspia, Rusia Peringatkan Ancaman Kyiv
Delegasi Hamas ke Mesir...
Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
Israel Perluas Zona...
Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved