Jepang Protes Keras karena Wilayahnya Dimasuki Helikopter dan 4 Kapal China

Minggu, 04 Mei 2025 - 12:29 WIB
loading...
Jepang Protes Keras...
Jepang ajukan protes keras setelah wilayahnya dimasuki sebuah helikopter dan empat kapal China. Foto/USNI
A A A
TOKYO - Pemerintah Jepang mengajukan protes keras terhadap China. Musababnya, sebuah helikopter Beijing melanggar wilayah udara Jepang.

Selain itu, empat kapal China juga telah memasuki perairan teritorial Jepang di sekitar pulau-pulau yang disengketakan.

Pulau-pulau di Laut China Timur—yang dikenal sebagai Diaoyu di China dan Senkaku di Jepang—diklaim oleh Beijing tetapi dikelola oleh Tokyo dan sering menjadi titik panas dalam ketegangan bilateral.

Baca Juga: Mahathir Mohamad: Bangsa Melayu Kehilangan Singapura, Jatuh ke Tangan Orang China

Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis Sabtu malam bahwa wakil menterinya mengajukan protes keras kepada duta besar China untuk Jepang atas intrusi empat kapal Penjaga Pantai China ke perairan teritorial Jepang di sekitar Kepulauan Senkaku pada hari yang sama.

"Wakil menteri juga memprotes pelanggaran wilayah udara teritorial Jepang oleh helikopter yang diluncurkan dari salah satu kapal Penjaga Pantai China, mendesak (China) untuk memastikan bahwa tindakan serupa tidak terulang," kata kementerian tersebut, yang dilansir AFP, Minggu (4/5/2025).

Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan helikopter itu terbang di wilayah udara Jepang selama sekitar 15 menit pada hari Sabtu di dekat kepulauan Senkaku.

"Pasukan Bela Diri (militer Jepang) menanggapi dengan mengerahkan jet tempur," kata kementerian itu.

NHK dan media lokal lainnya melaporkan bahwa ini adalah pertama kalinya helikopter pemerintah China melanggar wilayah udara Jepang di lepas pantai kepulauan yang disengketakan.

Pada hari yang sama, Penjaga Pantai China mengumumkan telah menggunakan helikopter untuk mengusir pesawat Jepang dari wilayah udara di sekitar kepulauan yang disengketakan.

Liu Dejun, juru bicara Penjaga Pantai China, mengatakan sebuah pesawat sipil Jepang memasuki secara ilegal wilayah udara kepulauan itu pada pukul 11.19 dan meninggalkannya lima menit kemudian.

Beijing sering mengumumkan telah mengusir kapal dan pesawat Jepang dari kepulauan itu, tetapi pejabat Jepang telah mengatakan kepada AFP bahwa otoritas China terkadang mengumumkan pengusiran padahal tidak ada pengusiran yang terjadi.

Pejabat Jepang yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada media lokal bahwa Beijing mungkin bereaksi terhadap sebuah pesawat sipil kecil Jepang yang terbang di dekat kepulauan itu.

Kapal patroli China dan Jepang di Laut China Timur secara rutin melakukan pertempuran berbahaya di sekitar pulau-pulau yang disengketakan.

Ketegangan antara China dan pengeklaim lain di beberapa bagian Laut China Timur dan Selatan telah mendorong Jepang untuk memperdalam hubungan dengan Filipina dan Amerika Serikat.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Messi Menyala! Argentina...
Messi Menyala! Argentina Tundukkan Austria 2-0
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
Berita Terkini
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved