Raja Salman kepada Trump: Saudi Bersedia Capai Solusi Permanen untuk Palestina
Senin, 07 September 2020 - 07:52 WIB
loading...
A
A
A
UEA mengatakan bahwa terlepas dari normalisasi hubungan dengan Israel, kesepakatan yang dibuat tidak menentang pembentukan negara Palestina yang merdeka.
Pada bulan Agustus, UEA dan Israel mencapai kesepakatan di mana rezim Zionis akan menangguhkan rencana aneksasi Tepi Barat. Kesepakatan itu ditanggapi secara negatif oleh otoritas Palestina.
Para pemimpin Palestina dan Arab secara tradisional bersikeras untuk memulihkan perbatasan antara Israel dan Palestina ke tempat sebelum Perang Enam Hari 1967 sebagai dasar perdamaian. (Baca: AS Pasok Jet Tempur Siluman F-35 ke UEA Imbalan Normalisasi dengan Israel? )
Selain membahas Palestina, percakapan telepon Raja Salman dan Presiden Trump juga membahas pekerjaan terbaru G-20 yang dipimpin Kerajaan Arab Saudi sebagai presiden tahun ini.
“Selama panggilan tersebut, mereka membahas pekerjaan G-20 yang diketuai oleh Kerajaan tahun ini, upaya yang dilakukan dalam pertemuan untuk melindungi kehidupan dan mata pencaharian untuk mengurangi efek pandemi virus corona, dan peninjauan kebijakan yang paling menonjol, yang telah disepakati untuk mengurangi aspek negatif dari pandemi pada masyarakat dan ekonomi global," bunyi poin percakapan telepon yang diterbitkan oleh SPA. (Baca juga: Operasi Woyla, Kopassus Hanya Butuh Waktu 2 Menit 49 Detik Bebaskan Sandera )
Pada bulan Agustus, UEA dan Israel mencapai kesepakatan di mana rezim Zionis akan menangguhkan rencana aneksasi Tepi Barat. Kesepakatan itu ditanggapi secara negatif oleh otoritas Palestina.
Para pemimpin Palestina dan Arab secara tradisional bersikeras untuk memulihkan perbatasan antara Israel dan Palestina ke tempat sebelum Perang Enam Hari 1967 sebagai dasar perdamaian. (Baca: AS Pasok Jet Tempur Siluman F-35 ke UEA Imbalan Normalisasi dengan Israel? )
Selain membahas Palestina, percakapan telepon Raja Salman dan Presiden Trump juga membahas pekerjaan terbaru G-20 yang dipimpin Kerajaan Arab Saudi sebagai presiden tahun ini.
“Selama panggilan tersebut, mereka membahas pekerjaan G-20 yang diketuai oleh Kerajaan tahun ini, upaya yang dilakukan dalam pertemuan untuk melindungi kehidupan dan mata pencaharian untuk mengurangi efek pandemi virus corona, dan peninjauan kebijakan yang paling menonjol, yang telah disepakati untuk mengurangi aspek negatif dari pandemi pada masyarakat dan ekonomi global," bunyi poin percakapan telepon yang diterbitkan oleh SPA. (Baca juga: Operasi Woyla, Kopassus Hanya Butuh Waktu 2 Menit 49 Detik Bebaskan Sandera )
(min)
Lihat Juga :