Pertama Kali di Dunia, Kapal Nirawak Ukraina Tembak Jatuh Jet Tempur Su-30 Flanker Rusia

Minggu, 04 Mei 2025 - 08:41 WIB
loading...
Pertama Kali di Dunia,...
Sebuah kapal nirawak Ukraina tembak jatuh jet tempur Su-30 Flanker Rusia. Foto/Telegram/HUR
A A A
KYIV - Sebuah kapal nirawak (drone maritim) Ukraina telah menembak jatuh jet tempur Su-30 Flanker Rusia di atas Laut Hitam pada Jumat lalu. Menurut militer Kyiv, ini menjadi yang pertama di dunia sebuah drone maritim berhasil menjatuhkan jet tempur Flanker Moskow.

Drone maritim atau uncrewed surface vessel (USV), yang dioperasikan oleh "Group 13" intelijen militer Ukraina (HUR), menembak jatuh jet tempur tersebut di dekat pangkalan Angkatan Laut strategis Rusia Novorossiysk di Laut Hitam bagian timur.

"Ini adalah penghancuran pesawat tempur pertama di dunia oleh drone maritim," bunyi pernyataan HUR, yang dilansir Kyiv Independent, Minggu (4/5/2025).

Baca Juga: Ini Respons Rusia setelah Zelensky Ancam Pemimpin Dunia yang Hadiri Perayaan Hari Kemenangan di Moskow

Jet tempur Rusia seharga USD50 juta (lebih dari Rp800 miliar) itu dikirim diduga untuk mencegat USV yang mengancam pangkalan Angkatan Laut di Novorossiysk dan Kerch. Ia terbang rendah untuk menyerang USV dengan meriam atau roket tanpa kendali.

Group 13 HUR sebelumnya dikaitkan dengan USV Magura V5 yang dipersenjatai dengan dua rudal AA-12 Archer yang disebut sebagai Sea Dragon. Namun tidak dapat dipastikan jenis rudal yang digunakan untuk menjatuhkan Su-30 Flanker Rusia pada Jumat lalu.

Sekadar diketahui, Magura V5 yang dilengkapi dengan kamera, GPS, dan sistem navigasi otonom dapat beroperasi secara mandiri atau di bawah kendali manusia jarak jauh, menjadikannya alat yang tangguh untuk serangan presisi.

Profilnya yang rendah dan penampang radar yang kecil memungkinkannya untuk menghindari deteksi oleh sistem pertahanan udara tradisional, keuntungan penting di Laut Hitam tempat Angkatan Laut dan Angkatan Udara Rusia memiliki kehadiran yang kuat.

Pengembangan drone maritim tersebut, yang sebagian didukung oleh bantuan teknologi dari sekutu Barat, termasuk Inggris Raya, mencerminkan adaptasi cepat Ukraina terhadap tuntutan peperangan modern.

Sejak diperkenalkan, Magura V5 telah terbukti menenggelamkan atau merusak banyak kapal perang dan kapal pendukung Rusia, termasuk penenggelaman kapal penjelajah Moskva pada tahun 2022, yang merupakan pukulan telak bagi Armada Laut Hitam Rusia.

Rudal R-73, yang dikenal dengan sebutan NATO-nya; AA-11 Archer, adalah rudal udara-ke-udara jarak pendek era Soviet yang mulai beroperasi pada tahun 1984. Dirancang oleh Biro Desain Vympel, rudal ini terkenal karena kemampuan manuvernya yang tinggi dan sistem pelacak inframerah, yang mengunci tanda panas mesin pesawat.

Rudal ini berbobot sekitar 230 pon, memiliki jangkauan hingga 18 mil, dan dapat menyerang target pada sudut hingga 60 derajat dari garis bidik, sehingga sangat efektif terhadap lawan yang gesit. Hulu ledaknya, yang berisi 16 pon bahan peledak berkekuatan tinggi, dirancang untuk menghancurkan pesawat dengan satu serangan.

Menurut laporan media Ukraina, dalam operasi Jumat lalu, teknisi Ukraina memodifikasi R-73, yang biasanya diluncurkan dari jet tempur seperti MiG-29 atau Su-27, untuk ditembakkan dari Magura V5. Adaptasi ini kemungkinan melibatkan rel peluncuran yang dibuat khusus dan sistem penargetan yang disederhanakan yang kompatibel dengan perangkat elektronik di dalam drone.

Keberhasilan integrasi rudal udara-ke-udara ke dalam drone maritim menggarisbawahi kecerdikan Ukraina dalam menggunakan kembali teknologi yang ada untuk melawan Angkatan Udara Rusia yang unggul.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Heboh! Polisi Geledah...
Heboh! Polisi Geledah Rumah Eks Wamen, 375 Kg Emas Batangan Ditemukan
Trump Tuduh China Intervensi...
Trump Tuduh China Intervensi Pilpres AS 2020 sehingga Kalah dari Joe Biden
Rekomendasi
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
Pria Tewas di Kamar...
Pria Tewas di Kamar Hotel Mewah Kuningan Jaksel, Ada Luka Tembak
Polda Riau Bongkar Sawmill...
Polda Riau Bongkar Sawmill Illegal di Kampar, Sita Ratusan Batang Kayu Hasil Illegal Logging
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved