Drone Israel Serang Kapal Bantuan Gaza di Perairan Internasional

Jum'at, 02 Mei 2025 - 19:45 WIB
loading...
Drone Israel Serang...
Kapal bantuan untuk Gaza diserang drone Israel di perairan internasional. Foto/instagram
A A A
TEL AVIV - Pesawat nirawak Israel menyerang satu kapal yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Jalur Gaza saat berada di perairan internasional dekat Malta pada hari Jumat (2/5/2025).

Menurut Freedom Flotilla Coalition (FFC), yang mengorganisasi misi tersebut, serangan tersebut tampaknya sengaja menargetkan generator kapal, memicu kebakaran dan menyebabkan "kerusakan besar pada lambung kapal" yang membuat kapal dalam bahaya tenggelam.

FFC, koalisi aktivis nonkekerasan yang berkampanye untuk mengakhiri pengepungan Israel di Gaza, mengatakan mereka mengorganisasi orang-orang yang hilang di tengah pemblokiran media "untuk menghindari potensi sabotase".

Kapal, yang berlayar sesaat sebelum serangan, membawa 30 orang dari 21 negara, termasuk "tokoh-tokoh terkemuka".

Setelah serangan tersebut, kapal mengeluarkan sinyal marabahaya SOS.

Siprus Selatan mengirimkan satu kapal tetapi FFC mengatakan kapal tersebut "tidak menyediakan dukungan listrik penting yang dibutuhkan".

“Awak kapal kehilangan pasokan listrik dan komunikasi dengan kapal terputus,” ungkap FFC.

Pemerintah Malta mengatakan pada Jumat pagi bahwa kapal tunda di dekatnya telah dikerahkan untuk membantu kapal dan mengonfirmasi semua orang di kapal itu "dipastikan selamat".

"Duta besar Israel harus dipanggil dan dimintai pertanggungjawaban atas pelanggaran hukum internasional, termasuk blokade yang sedang berlangsung dan pemboman kapal sipil kami di perairan internasional," ungkap pernyataan FFC.

Serangan Israel terjadi tepat dua bulan setelah Israel menghentikan semua bantuan kemanusiaan dan barang-barang komersial memasuki Gaza.

Menurut Munir al-Bursh, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, blokade yang sekarang menjadi yang paling parah sejak perang dimulai 18 bulan lalu, telah menjerumuskan hampir 91% populasi, sekitar dua juta orang, ke dalam krisis pangan.

“Jumlah anak-anak yang menerima perawatan untuk kekurangan gizi meningkat hingga 80% pada bulan April dibandingkan dengan bulan Maret, yang disebabkan blokade yang sedang berlangsung,” ungkap pernyataan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Ocha) awal pekan ini.

Menurut Ocha, 92% anak-anak berusia enam bulan hingga dua tahun dan ibu mereka, tidak menerima nutrisi minimum yang dibutuhkan, sementara 65% penduduk Gaza tidak memiliki akses ke air minum bersih.

Setidaknya 50 anak Palestina telah meninggal karena kekurangan gizi di Gaza sejak perang Israel dimulai pada Oktober 2023, menurut kantor media pemerintah Gaza.

Secara keseluruhan, pasukan Israel telah menewaskan lebih dari 52.000 warga Palestina di daerah kantong yang dikepung itu, termasuk lebih dari 15.000 anak-anak, dan melukai 118.000 lainnya. Setidaknya 10.000 orang lainnya masih hilang.

Baca juga: Mesir Dituding Memata-matai Israel dengan Bantuan Angkatan Udara China
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Latihan Rahasia Korea...
Latihan Rahasia Korea Selatan Disusupi Drone Jelang Hadapi Meksiko
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa Selama Periode Libur Sekolah 2026
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved