Houthi Akui Serang Kapal Induk AS Harry S Truman di Laut Merah

Selasa, 29 April 2025 - 19:15 WIB
loading...
Houthi Akui Serang Kapal...
Kapal induk USS Harry S Truman jadi sasaran serangan Houthi Yaman. Foto/anadolu
A A A
SANAA - Kelompok Houthi Yaman mengakui melakukan operasi militer yang menargetkan kapal induk USS Harry S Truman dan kapal perang musuh lainnya di Laut Merah utara.

Yahya Sare'e, juru bicara kelompok tersebut, mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi bahwa Angkatan Udara dan Angkatan Laut Houthi melakukan operasi gabungan menggunakan rudal jelajah, rudal balistik, dan pesawat tak berawak sebagai tanggapan atas "agresi Amerika yang berkelanjutan" terhadap Yaman.

Dia menambahkan operasi tersebut juga menargetkan "kapal perang musuh tambahan" yang beroperasi di daerah tersebut.

"Sebagai akibat dari bentrokan dan konfrontasi tersebut, kapal induk tersebut terpaksa mundur dan menjauh dari posisi sebelumnya, menuju bagian paling utara Laut Merah," papar dia.

“Pasukan Yaman akan terus menargetkan dan mengejar kapal induk dan semua kapal perang musuh di Laut Merah dan Laut Arab hingga agresi terhadap Yaman berhenti," ujar Sare'e.

Pada hari Senin (28/4/2025), sebanyak 68 orang tewas dan 47 lainnya cedera dalam serangan udara AS di tempat penampungan bagi migran Afrika di provinsi Saada, Yaman utara, menurut kelompok Houthi.

Kemudian pada hari itu, Angkatan Laut AS mengatakan, “Jet tempur F-18 AS dan traktor penarik dari kapal induk Harry S Truman keduanya jatuh saat beroperasi di Laut Merah saat F-18 sedang ditarik secara aktif di hanggar ketika kru pesawat kehilangan kendali atas pesawat tersebut."

Secara terpisah, TV Al-Masirah yang dikelola Houthi melaporkan Senin malam bahwa serangan udara AS telah menargetkan Distrik Harf Sufyan di Kegubernuran Amran di Yaman utara.

Kemudian, saluran tersebut melaporkan serangan tambahan yang melibatkan empat serangan udara di daerah Barash di sebelah timur Jabal Nuqm di ibu kota Sanaa.

Tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan tentang kemungkinan korban atau kerusakan akibat serangan tersebut, dan Washington belum mengeluarkan komentar apa pun.

AS telah melancarkan lebih dari 1.200 serangan udara di Yaman sejak 15 Maret, menewaskan lebih dari 225 warga sipil dan melukai lebih dari 430 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak, menurut data Houthi yang tidak termasuk korban jiwa di antara pasukan mereka.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bulan lalu bahwa dia telah memerintahkan "tindakan militer yang tegas dan kuat" terhadap kelompok Houthi dan kemudian mengancam akan "memusnahkan mereka sepenuhnya."

Houthi telah menargetkan kapal-kapal yang melewati Laut Merah dan Laut Arab, Selat Bab al-Mandab, dan Teluk Aden sejak November 2023 sebagai bentuk solidaritas dengan warga Palestina di Jalur Gaza, tempat lebih dari 52.000 orang tewas dalam serangan brutal Israel selama lebih dari 19 bulan.

Kelompok itu menghentikan serangan ketika gencatan senjata Gaza dideklarasikan pada bulan Januari antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina Hamas tetapi melanjutkannya setelah Israel memperbarui serangan udara di Gaza bulan lalu.

Baca juga: Kronologi Kapal Induk AS Mengelak dari Serangan Houthi Bikin Jet Tempur F/A-18 Jatuh ke Laut
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Tragis! 5 Orang Sekeluarga...
Tragis! 5 Orang Sekeluarga Tewas Disambar Petir
Rekomendasi
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Kejutan, Jerman Kebobolan...
Kejutan, Jerman Kebobolan Lawan Paraguay di Babak Pertama
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
Tegang, Jet Tempur China...
Tegang, Jet Tempur China Kejar Pesawat AS Dekat Kapal Induk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved