3 Fakta Pembunuhan Muslim di Prancis yang Gegerkan Dunia, Pemicunya Islamofobia?
Selasa, 29 April 2025 - 17:17 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, jasadnya sendiri ditemukan pada pagi harinya saat jamaah lainnya tiba di masjid.
Sempat buron, pelaku pembunuhan Aboubakar Cisse mulai terungkap. Awal pekan ini, seorang pria telah ditangkap di Italia atas dugaan menikam pria Muslim di dalam sebuah masjid di Prancis selatan.
Melansir Reuters, tersangka disebut menyerahkan diri di Pistoia, kota dekat Florence. Setelah ini, Prancis akan segera memulai prosedur ekstradisi untuk membawanya pulang dengan cepat.
Jaksa regional Abdelkrim Grini turut mengangkap motivasi di balik serangan tersebut. Menurutnya, pelaku menjadikan sikap anti-Muslim di balik tindakan kejinya.
Prancis adalah salah satu negara yang memiliki populasi Muslim terbesar di Eropa. Jumlahnya diperkirakan ada lebih dari 6 juta jiwa dan mencakup sekitar 10% dari populasi negara tersebut.
Menyusul aksi pembunuhan seorang Muslim baru-baru ini, pemerintah Prancis mengutuk kejadian tersebut.
Presiden Emmanuel Macron mengecam aksi ini sebagai pelanggaran terhadap nilai-nilai kebebasan beragama, sedangkan Perdana Menteri Francois Bayrou menyebutnya sebagai “kekejaman Islamofobia.”
2. Pelaku Ditahan di Italia
Sempat buron, pelaku pembunuhan Aboubakar Cisse mulai terungkap. Awal pekan ini, seorang pria telah ditangkap di Italia atas dugaan menikam pria Muslim di dalam sebuah masjid di Prancis selatan.
Melansir Reuters, tersangka disebut menyerahkan diri di Pistoia, kota dekat Florence. Setelah ini, Prancis akan segera memulai prosedur ekstradisi untuk membawanya pulang dengan cepat.
Jaksa regional Abdelkrim Grini turut mengangkap motivasi di balik serangan tersebut. Menurutnya, pelaku menjadikan sikap anti-Muslim di balik tindakan kejinya.
3. Reaksi Berbagai Pihak
Prancis adalah salah satu negara yang memiliki populasi Muslim terbesar di Eropa. Jumlahnya diperkirakan ada lebih dari 6 juta jiwa dan mencakup sekitar 10% dari populasi negara tersebut.
Menyusul aksi pembunuhan seorang Muslim baru-baru ini, pemerintah Prancis mengutuk kejadian tersebut.
Presiden Emmanuel Macron mengecam aksi ini sebagai pelanggaran terhadap nilai-nilai kebebasan beragama, sedangkan Perdana Menteri Francois Bayrou menyebutnya sebagai “kekejaman Islamofobia.”
Lihat Juga :