Wapres AS JD Vance: Ukraina Tak Akan Menang Perang Melawan Rusia!

Selasa, 29 April 2025 - 07:03 WIB
loading...
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance sebut Ukraina tak akan menang perang melawan Rusia. Foto/Polisi Nasional Ukraina
A A A
WASHINGTON - Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS) J.D. Vance mengatakan Ukraina tidak siap untuk memenangkan perang melawan Rusia.

Menurutnya, naif untuk mengharapkan Rusia runtuh jika pertempuran berlanjut selama beberapa tahun lagi.

"Jika ini tidak berhenti, Ukraina tidak akan memenangkan perang," kata Vance dalam sebuah wawancara di podcast penyelenggara konservatif Charlie Kirk pada hari Senin.

"Saya pikir ada ide aneh di antara media arus utama bahwa jika hal ini berlangsung selama beberapa tahun lagi, Rusia akan runtuh, Ukraina akan mengambil kembali wilayah mereka, dan semuanya akan kembali seperti sebelum perang. Itu bukanlah kenyataan yang kita jalani," papar Vance.

Baca Juga: Terungkap, Putra Wakil Bos CIA Tewas dalam Perang Dukung Rusia Melawan Ukraina

“Anda bisa kehilangan jutaan orang lagi jika hal ini terus berlanjut selama beberapa tahun lagi, dan berisiko meningkat menjadi perang nuklir. Ini harus dihentikan,” imbuh wakilnya Presiden Donald Trump tersebut, seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (29/4/2025).

Dia juga mengatakan bahwa, meskipun menghadapi tantangan dalam berurusan dengan kedua belah pihak, negosiator Amerika membuat kemajuan.

“Terkadang Anda sangat frustrasi dengan Ukraina. Terkadang Anda sangat frustrasi dengan Rusia,” kata Vance.

“Dan terkadang Anda hanya ingin menyerah, tetapi itulah yang tidak diizinkan Presiden Trump," sambung Vance.

Pernyataan Vance disampaikan saat Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa pasukan Rusia akan mematuhi gencatan senjata tiga hari mulai 8 Mei, menandai perayaan kemenangan dalam Perang Dunia II.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menanggapi dengan menuduh Moskow melakukan manipulasi dan menyerukan gencatan senjata segera selama 30 hari.

Menurut Rusia, Ukraina melanggar "gencatan senjata energi" selama 30 hari yang ditengahi oleh AS bulan lalu dan gencatan senjata Paskah selama 30 jam, meskipun telah berjanji untuk menghormati kedua pengaturan tersebut.

Putin berpendapat bahwa, agar gencatan senjata yang komprehensif berhasil, Ukraina harus menghentikan kampanye mobilisasinya dan Barat harus berhenti mengirimkan senjata ke Kyiv.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Pentagon Buka Arsip...
Pentagon Buka Arsip UFO, Ungkap Bola Bercahaya Misterius di Langit AS
Kecelakaan Maut Minibus...
Kecelakaan Maut Minibus Tabrak Truk, 8 Orang Tewas
Rekomendasi
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Berita Terkini
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved