Ledakan Dahsyat Pelabuhan Iran Tewaskan 40 Orang dan 1.242 Luka, Ini Respons Khamenei
Senin, 28 April 2025 - 10:03 WIB
loading...
A
A
A
The New York Times mengutip seseorang yang memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran—yang berbicara dengan syarat anonim untuk membahas masalah keamanan—yang mengatakan bahwa yang meledak adalah natrium perklorat, bahan utama dalam bahan bakar padat untuk rudal.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Reza Talaei-Nik kemudian mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa "tidak ada kargo impor atau ekspor untuk bahan bakar militer atau penggunaan militer di daerah tersebut".
Kantor bea cukai pelabuhan mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah bahwa ledakan itu mungkin disebabkan oleh kebakaran yang terjadi di depot penyimpanan bahan kimia dan berbahaya.
Seorang pejabat darurat regional mengatakan beberapa kontainer telah meledak.
"Untuk saat ini, 40 orang telah kehilangan nyawa akibat cedera yang disebabkan oleh ledakan itu," kata pejabat provinsi Hormozgan Mohammad Ashouri kepada televisi pemerintah.
Kantor berita ISNA, mengutip pengadilan provinsi, menyebutkan jumlah korban luka sebanyak 1.242.
Kepala Bulan Sabit Merah Pirhossein Koolivand mengatakan beberapa korban luka diterbangkan untuk dirawat di Ibu Kota Iran, Teheran.
Foto udara yang dirilis oleh kepresidenan Iran menunjukkan asap hitam mengepul dari zona bencana pada hari Minggu dan melayang ke arah laut.
"Api sudah terkendali tetapi masih belum padam," kata seorang koresponden televisi pemerintah Iran dalam laporan langsung.
Di tempat kejadian pada hari Minggu, Menteri Dalam Negeri Eskandar Momeni mengatakan situasi telah stabil di area utama fasilitas tersebut, pelabuhan komersial terbesar Iran, dan para pekerja telah melanjutkan pemuatan kontainer dan bea cukai.
Pejabat lain di lokasi, Menteri Jalan Raya dan Pembangunan Perkotaan Farzaneh Sadegh, mengatakan hanya satu zona pelabuhan yang terkena dampak.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Reza Talaei-Nik kemudian mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa "tidak ada kargo impor atau ekspor untuk bahan bakar militer atau penggunaan militer di daerah tersebut".
Kantor bea cukai pelabuhan mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah bahwa ledakan itu mungkin disebabkan oleh kebakaran yang terjadi di depot penyimpanan bahan kimia dan berbahaya.
Seorang pejabat darurat regional mengatakan beberapa kontainer telah meledak.
"Untuk saat ini, 40 orang telah kehilangan nyawa akibat cedera yang disebabkan oleh ledakan itu," kata pejabat provinsi Hormozgan Mohammad Ashouri kepada televisi pemerintah.
Kantor berita ISNA, mengutip pengadilan provinsi, menyebutkan jumlah korban luka sebanyak 1.242.
Kepala Bulan Sabit Merah Pirhossein Koolivand mengatakan beberapa korban luka diterbangkan untuk dirawat di Ibu Kota Iran, Teheran.
Foto udara yang dirilis oleh kepresidenan Iran menunjukkan asap hitam mengepul dari zona bencana pada hari Minggu dan melayang ke arah laut.
"Api sudah terkendali tetapi masih belum padam," kata seorang koresponden televisi pemerintah Iran dalam laporan langsung.
Di tempat kejadian pada hari Minggu, Menteri Dalam Negeri Eskandar Momeni mengatakan situasi telah stabil di area utama fasilitas tersebut, pelabuhan komersial terbesar Iran, dan para pekerja telah melanjutkan pemuatan kontainer dan bea cukai.
Pejabat lain di lokasi, Menteri Jalan Raya dan Pembangunan Perkotaan Farzaneh Sadegh, mengatakan hanya satu zona pelabuhan yang terkena dampak.
Lihat Juga :