Ledakan Dahsyat Guncang Pelabuhan Iran, 14 Orang Tewas, Lebih dari 750 Luka
Minggu, 27 April 2025 - 07:45 WIB
loading...
A
A
A
Bahan bakar tersebut merupakan bagian dari kiriman dari China oleh dua kapal ke Iran yang pertama kali dilaporkan pada bulan Januari oleh Financial Times.
Bahan bakar itu akan digunakan untuk mengisi kembali persediaan rudal Iran, yang telah terkuras oleh serangan langsungnya terhadap Israel selama perang Israel dengan Hamas di Jalur Gaza.
"Kebakaran itu dilaporkan akibat penanganan yang tidak tepat atas pengiriman bahan bakar padat yang dimaksudkan untuk digunakan dalam rudal balistik Iran," kata Ambrey.
Data pelacakan kapal yang dianalisis oleh The Associated Press (AP), Minggu (27/4/2025), menyebutkan salah satu kapal yang diyakini membawa bahan kimia itu berada di sekitar lokasi pada bulan Maret, seperti yang dikatakan Ambrey.
Iran belum mengakui telah menerima pengiriman itu. Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Tidak jelas mengapa Iran tidak memindahkan bahan kimia itu dari pelabuhan, terutama setelah ledakan pelabuhan Beirut pada tahun 2020. Ledakan di pelabuhan Beirut, yang disebabkan oleh penyalaan ratusan ton amonium nitrat yang sangat eksplosif, menewaskan lebih dari 200 orang dan melukai lebih dari 6.000 orang lainnya.
Namun, Israel selama ini memang menargetkan lokasi rudal Iran tempat Teheran menggunakan pencampur industri untuk membuat bahan bakar padat.
Rekaman media sosial ledakan pada hari Sabtu di Shahid Rajaei memperlihatkan asap berwarna kemerahan mengepul dari api sesaat sebelum ledakan. Itu menunjukkan senyawa kimia terlibat dalam ledakan tersebut.
Bahan bakar itu akan digunakan untuk mengisi kembali persediaan rudal Iran, yang telah terkuras oleh serangan langsungnya terhadap Israel selama perang Israel dengan Hamas di Jalur Gaza.
"Kebakaran itu dilaporkan akibat penanganan yang tidak tepat atas pengiriman bahan bakar padat yang dimaksudkan untuk digunakan dalam rudal balistik Iran," kata Ambrey.
Data pelacakan kapal yang dianalisis oleh The Associated Press (AP), Minggu (27/4/2025), menyebutkan salah satu kapal yang diyakini membawa bahan kimia itu berada di sekitar lokasi pada bulan Maret, seperti yang dikatakan Ambrey.
Iran belum mengakui telah menerima pengiriman itu. Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Tidak jelas mengapa Iran tidak memindahkan bahan kimia itu dari pelabuhan, terutama setelah ledakan pelabuhan Beirut pada tahun 2020. Ledakan di pelabuhan Beirut, yang disebabkan oleh penyalaan ratusan ton amonium nitrat yang sangat eksplosif, menewaskan lebih dari 200 orang dan melukai lebih dari 6.000 orang lainnya.
Namun, Israel selama ini memang menargetkan lokasi rudal Iran tempat Teheran menggunakan pencampur industri untuk membuat bahan bakar padat.
Rekaman media sosial ledakan pada hari Sabtu di Shahid Rajaei memperlihatkan asap berwarna kemerahan mengepul dari api sesaat sebelum ledakan. Itu menunjukkan senyawa kimia terlibat dalam ledakan tersebut.
Lihat Juga :