Siapa Lashkar-e-Taiba? Kelompok Militan Pakistan Disebut Mendalangi Pembantaian Kashmir

Jum'at, 25 April 2025 - 17:42 WIB
loading...
Siapa Lashkar-e-Taiba?...
Para pendukung Lashkar-e-Taiba. Foto/carnegieendowment.org
A A A
ISLAMABAD - Lashkar-e-Taiba mungkin masih terdengar asing di telinga sebagian orang. Kelompok tersebut diduga menjadi dalang pembantaian turis Hindu di Kashmir yang belakangan menjadi perhatian dunia internasional.

Diberitakan sebelumnya, insiden berdarah terjadi di kawasan wisata padang rumput Baisaran, Pahalgam, di Jammu dan Kashmir, India, Selasa (22/4/2025).

Kelompok bersenjata menyerang kawasan tersebut dan menewaskan sedikitnya 28 orang yang sebagian besarnya adalah turis Hindu.

Beberapa waktu setelah tragedi berdarah itu, kelompok militan bersenjata yang menamakan diri The Resistance Front (TRF) mengklaim sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Namun, di sisi lain sejumlah pejabat India menduga TRF itu hanyalah kedok dari kelompok bersenjata Lashkar-e-Taiba yang bermarkas di Pakistan.

Siapa Lashkar-e-Taiba?


Lashkar-e-Taiba dikenal luas sebagai kelompok militan terkenal asal Pakistan. Sejak dulu, tujuan utama kelompok tersebut adalah menggabungkan seluruh wilayah Kashmir dengan Pakistan.

Melansir Al Jazeera, Lashkar-e-Taiba (LeT) sebagian besar terdiri atas orang-orang Pakistan yang sangat religius.

Kelompoknya dibentuk pada pertengahan 1990-an dan sering mengklaim bertanggung jawab atas berbagai serangan bersenjata di Kashmir yang dikelola India sejak 1999.

Kelompok LeT telah dianggap ilegal di Pakistan sejak 2002. Sementara itu, India sendiri memasukannya sebagai organisasi teroris.

Melihat riwayatnya, salah satu sosok pemimpin berpengaruh di Lashkar-e-Taiba (LeT) adalah Hafiz Muhammad Saeed.

Ia dikenal sebagai seorang akademisi yang kemudian beralih menjadi aktivis fundamentalis pada awal 1990-an.

Pada satu momen, Saeed pernah menyebut dirinya dan Pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden memiliki guru yang sama.

Meski begitu, ia selalu menampik saat dihubungkan dengan LeT dan malah mengaku menjadi pimpinan Jama'at-ud-Da'wah yang dianggap sebagai organisasi amal.

Sekitar 2008, Amerika Serikat kemudian menyatakan Jama'at-ud-Da'wah pimpinan Saeed adalah organisasi teroris asing.

Washington juga menuduh kelompok itu sebagai kedok untuk menutupi aktivitas LeT.

Tujuan Lashkar-e-Taiba


Sejak kemunculannya, Lashkar-e-Taiba menyatakan bentuk-bentuk jihad militan bisa dilakukan untuk membela diri maupun sebagai respons terhadap penindasan umat Muslim di seluruh dunia.

Dalam praktiknya, mereka beroperasi terbatas pada wilayah Kashmir yang dikelola India.

Pada pamflet berjudul "Mengapa Kita Melancarkan Jihad?" LeT sempat mengungkap tujuannya memulihkan kekuasaan Islam di seluruh India.

Mereka juga menyatakan India, Israel, serta Amerika Serikat sebagai musuh eksistensial Islam.

Sekitar 2009, LeT menyatakan secara terbuka bahwa pihaknya sedang mencari penyelesaian damai dalam konflik Kashmir.

Namun, India dan AS tidak mempercayai pernyataan tersebut dan meyakini Lashkar-e-Taiba masih aktif dan terlibat dalam beberapa operasi anti-India.

Terbaru, kelompok Lashkar-e-Taiba kembali menjadi sorotan usai dituduh mendalangi penembakan turis Hindu di Kashmir.

Meski awalnya ada kelompok bernama TRF yang mengklaim bertanggung jawab, India menduga LeT adalah dalang di baliknya.

Menurut informasi yang didapat, kelompok TRF merupakan afiliasi dari organisasi militan yang berbasis di Pakistan, yakni Lashkar-e-Taiba (LeT).

Dalam beberapa waktu terakhir, mereka aktif dalam kegiatan pemberontakan di Jammu dan Kashmir, sehingga ikut dimasukkan sebagai organisasi teroris oleh India.

Demikian ulasan mengenai Lashkar-e-Taiba, kelompok militan Pakistan yang disebut mendalangi pembantaian turis Hindu di Kashmir.

Baca juga: Trump Tegaskan Universitas Harvard Ancaman bagi Demokrasi
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
True Love In Disguise,...
'True Love In Disguise', Drama China Romantis tentang Kencan Buta Penuh Rahasia di V+Short
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
B50 Mulai Berjalan 1...
B50 Mulai Berjalan 1 Juli 2026, Harga Solar Dipastikan Tidak Berubah
Berita Terkini
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Infografis
Siapa Saja Pemimpin...
Siapa Saja Pemimpin Negara yang Pernah Ditangkap AS?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved