Moskow: Pengerahan Tentara NATO ke Ukraina Bakal Picu Perang Dunia III Melawan Rusia!
Jum'at, 25 April 2025 - 07:02 WIB
loading...
A
A
A
Rusia telah menolak pengerahan pasukan NATO, atau pun pasukan dari anggota blok di bawah "koalisi yang bersedia" ke Ukraina dengan dalih apa pun.
Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Kamis (24/4/2025) oleh kantor berita TASS, Shoigu, yang sebelumnya menjabat sebagai menteri pertahanan Rusia, menyatakan bahwa kehadiran "pasukan penjaga perdamaian" asing di "wilayah bersejarah Rusia" dapat memicu konfrontasi langsung antara Moskow dan NATO, yang berpotensi meningkat menjadi Perang Dunia III.
Menurutnya, risiko tersebut telah diakui oleh "politisi yang berakal sehat" di Eropa.
Shoigu percaya bahwa istilah "pasukan penjaga perdamaian" digunakan untuk menutupi tujuan sebenarnya untuk mendapatkan kendali atas wilayah Ukraina dan sumber dayanya. Dia berpendapat bahwa akan lebih akurat untuk menggambarkan pasukan seperti itu sebagai "penjajah" atau "pendudukan".
Shoigu juga mencatat bahwa Rusia telah menentang kehadiran pasukan militer NATO di Ukraina bahkan sebelum permusuhan dimulai.
Menurutnya, salah satu alasan utama mengapa Rusia melancarkan operasi militernya pada Februari 2022 adalah karena ancaman infrastruktur militer NATO yang dikerahkan ke Ukraina.
Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Kamis (24/4/2025) oleh kantor berita TASS, Shoigu, yang sebelumnya menjabat sebagai menteri pertahanan Rusia, menyatakan bahwa kehadiran "pasukan penjaga perdamaian" asing di "wilayah bersejarah Rusia" dapat memicu konfrontasi langsung antara Moskow dan NATO, yang berpotensi meningkat menjadi Perang Dunia III.
Menurutnya, risiko tersebut telah diakui oleh "politisi yang berakal sehat" di Eropa.
Shoigu percaya bahwa istilah "pasukan penjaga perdamaian" digunakan untuk menutupi tujuan sebenarnya untuk mendapatkan kendali atas wilayah Ukraina dan sumber dayanya. Dia berpendapat bahwa akan lebih akurat untuk menggambarkan pasukan seperti itu sebagai "penjajah" atau "pendudukan".
Shoigu juga mencatat bahwa Rusia telah menentang kehadiran pasukan militer NATO di Ukraina bahkan sebelum permusuhan dimulai.
Menurutnya, salah satu alasan utama mengapa Rusia melancarkan operasi militernya pada Februari 2022 adalah karena ancaman infrastruktur militer NATO yang dikerahkan ke Ukraina.
Lihat Juga :