5 Paus dengan Jabatan Tersingkat, Ada yang Tak Genap 2 Minggu
Selasa, 22 April 2025 - 13:44 WIB
loading...
A
A
A
Kendati sangat singkat, Paus Urbanus VII telah membuat dampak yang signifikan. Misalnya, mengusulkan tindakan tegas terhadap nepotisme dan mencoba menerapkan tindakan kesehatan di Roma untuk memerangi penyebaran penyakit. Salah satunya larangan merokok di gereja.
Berikutnya ada Paus Bonifasius VI. Dia menjabat pada tahun 896, tetapi hanya berlangsung 15 hari saja.
Masa kepemimpinan Bonifasius VI terjadi selama periode ketidakstabilan dan kekacauan besar dalam sejarah yang disebut Saeculum Obscurum atau "zaman kegelapan" kepausan. Sebab, momen itu ditandai dengan suksesi yang cepat, intrik politik, serta campur tangan dari berbagai faksi Romawi dan asing.
Namun, karena masa pemerintahannya yang singkat dan dipenuhi kekacauan, sangat sedikit yang diketahui tentang Bonifasius VI. Hal ini termasuk soal tindakan atau kebijakannya selama memerintah.
Selestinus IV dipilih menjadi Paus pada 25 Oktober 1241. Namun, dia wafat pada 10 November di tahun yang sama, sehingga hanya menjabat 17 hari.
Paus Celestine IV meninggal sebelum pentahbisannya, sehingga belum banyak memberlakukan kebijakan penting atau meninggalkan jejak substansial dalam sejarah Gereja. Kondisi politik saat itu juga disebutkan sedang tidak stabil dan membuat pemilihan penggantinya tertunda.
Paus Theodore II menjabat pada Desember 897 dan diperkirakan hanya memimpin sekitar 20 hari. Meski sangat singkat, masa jabatannya penting karena dia membatalkan keputusan kontroversial "Synod of the Cadaver" dan mengembalikan kehormatan Paus Formosus.
Theodore II memerintahkan agar jenazah Formosus dimakamkan kembali dengan penghormatan penuh di Basilika Santo Petrus. Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk mengembalikan rasa hormat pada jabatan kepausan.
2. Paus Bonifasius VI (15 Hari)
Berikutnya ada Paus Bonifasius VI. Dia menjabat pada tahun 896, tetapi hanya berlangsung 15 hari saja.
Masa kepemimpinan Bonifasius VI terjadi selama periode ketidakstabilan dan kekacauan besar dalam sejarah yang disebut Saeculum Obscurum atau "zaman kegelapan" kepausan. Sebab, momen itu ditandai dengan suksesi yang cepat, intrik politik, serta campur tangan dari berbagai faksi Romawi dan asing.
Namun, karena masa pemerintahannya yang singkat dan dipenuhi kekacauan, sangat sedikit yang diketahui tentang Bonifasius VI. Hal ini termasuk soal tindakan atau kebijakannya selama memerintah.
3. Paus Celestine IV (17 Hari)
Selestinus IV dipilih menjadi Paus pada 25 Oktober 1241. Namun, dia wafat pada 10 November di tahun yang sama, sehingga hanya menjabat 17 hari.
Paus Celestine IV meninggal sebelum pentahbisannya, sehingga belum banyak memberlakukan kebijakan penting atau meninggalkan jejak substansial dalam sejarah Gereja. Kondisi politik saat itu juga disebutkan sedang tidak stabil dan membuat pemilihan penggantinya tertunda.
4. Paus Theodore II (20 Hari)
Paus Theodore II menjabat pada Desember 897 dan diperkirakan hanya memimpin sekitar 20 hari. Meski sangat singkat, masa jabatannya penting karena dia membatalkan keputusan kontroversial "Synod of the Cadaver" dan mengembalikan kehormatan Paus Formosus.
Theodore II memerintahkan agar jenazah Formosus dimakamkan kembali dengan penghormatan penuh di Basilika Santo Petrus. Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk mengembalikan rasa hormat pada jabatan kepausan.
Lihat Juga :