Siapakah Kardinal Kevin Farrell? Pemimpin Sementara Vatikan usai Paus Fransiskus Meninggal
Selasa, 22 April 2025 - 08:45 WIB
loading...
A
A
A
Farrell ditunjuk untuk menjabat sebagai presiden Komisi Urusan Rahasia pada tahun 2020. Tiga tahun kemudian, dia juga diangkat sebagai presiden Mahkamah Agung Negara Kota Vatikan.
Selama masa jabatannya sebagai Paus, Paus Fransiskus menyebabkan kehebohan di dalam Gereja Katolik, termasuk ketika dia mengizinkan pendeta untuk memberkati pasangan sesama jenis selama mereka tidak mendukung pernikahan sesama jenis.
Paus Fransiskus dipandang sebagai pemimpin progresif di Gereja Katolik, dan selama masa jabatannya, dia menyampaikan sugesti bahwa bahkan kaum ateis pun dapat masuk surga.
Farrell mengatakan dalam konferensi pers pada tahun 2021 setelah Kongregasi Doktrin Iman (CDF) memutuskan bahwa gereja tidak memiliki kewenangan untuk memberkati pernikahan sesama jenis.
"Sangat penting dan sangat penting bagi kita untuk selalu membuka tangan untuk menerima dan mendampingi semua orang dalam berbagai tahap kehidupan dan situasi kehidupan mereka," katanya.
"Ketika Gereja berbicara tentang pernikahan, Gereja berbicara tentang pernikahan sakramental. Gereja tidak berbicara tentang ikatan sipil. Pemberkatan adalah sesuatu yang sakramental, yang terkait dengan sakramen pernikahan. Itu tidak berarti bahwa mereka yang hanya menikah di Gereja menerima manfaat dari pemeliharaan pastoral Gereja," paparnya saat itu.
Farrell juga berbicara tentang Paus Fransiskus dalam sebuah wawancara dengan Vatican News pada tahun 2023. "Paus Fransiskus selalu berbicara tentang Yesus Kristus. Bagi saya, keunikan Paus Fransiskus adalah dia berhubungan dengan umat dan, ketika menjadi Paus Fransiskus, dia ingin mengajarkan kita bagaimana mempraktikkan apa yang kita pelajari dari doktrin Yohanes Paulus II dan dari penekanan Benediktus pada teologi perjumpaan dengan Yesus Kristus," paparnya.
Selama masa jabatannya sebagai Paus, Paus Fransiskus menyebabkan kehebohan di dalam Gereja Katolik, termasuk ketika dia mengizinkan pendeta untuk memberkati pasangan sesama jenis selama mereka tidak mendukung pernikahan sesama jenis.
Paus Fransiskus dipandang sebagai pemimpin progresif di Gereja Katolik, dan selama masa jabatannya, dia menyampaikan sugesti bahwa bahkan kaum ateis pun dapat masuk surga.
Farrell mengatakan dalam konferensi pers pada tahun 2021 setelah Kongregasi Doktrin Iman (CDF) memutuskan bahwa gereja tidak memiliki kewenangan untuk memberkati pernikahan sesama jenis.
"Sangat penting dan sangat penting bagi kita untuk selalu membuka tangan untuk menerima dan mendampingi semua orang dalam berbagai tahap kehidupan dan situasi kehidupan mereka," katanya.
"Ketika Gereja berbicara tentang pernikahan, Gereja berbicara tentang pernikahan sakramental. Gereja tidak berbicara tentang ikatan sipil. Pemberkatan adalah sesuatu yang sakramental, yang terkait dengan sakramen pernikahan. Itu tidak berarti bahwa mereka yang hanya menikah di Gereja menerima manfaat dari pemeliharaan pastoral Gereja," paparnya saat itu.
Farrell juga berbicara tentang Paus Fransiskus dalam sebuah wawancara dengan Vatican News pada tahun 2023. "Paus Fransiskus selalu berbicara tentang Yesus Kristus. Bagi saya, keunikan Paus Fransiskus adalah dia berhubungan dengan umat dan, ketika menjadi Paus Fransiskus, dia ingin mengajarkan kita bagaimana mempraktikkan apa yang kita pelajari dari doktrin Yohanes Paulus II dan dari penekanan Benediktus pada teologi perjumpaan dengan Yesus Kristus," paparnya.
Lihat Juga :