Trump Ancam AS akan Mundur jika Perundingan Ukraina menjadi Sangat Sulit

Sabtu, 19 April 2025 - 09:15 WIB
loading...
Trump Ancam AS akan...
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Washington dapat menghentikan upaya menemukan resolusi damai bagi konflik Ukraina jika Moskow dan Kiev tidak terlibat dalam perundingan.

Namun, ia menambahkan, AS masih berharap pertempuran itu berakhir.

Berbicara kepada wartawan pada hari Jumat (18/4/2025), Trump diminta mengomentari pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang menyarankan Gedung Putih dapat mundur dari upaya menjadi penengah penyelesaian.

"Jika karena suatu alasan salah satu dari kedua pihak membuatnya sangat sulit, kami akan mengatakan Anda bodoh, Anda tolol, Anda orang-orang yang mengerikan," tegas Trump.

Dia menambahkan, "Kami akan bersikap santai, tetapi mudah-mudahan kami tidak perlu melakukan itu."

Sebelumnya pada hari Jumat, menteri luar negeri AS mengatakan kepada wartawan bahwa Gedung Putih masih menunggu untuk melihat apakah kesepakatan damai "dapat dilakukan."

"Kita perlu mencari tahu di sini, sekarang, dalam hitungan hari, apakah ini dapat dilakukan dalam jangka pendek, karena jika tidak, maka saya pikir kita akan terus maju," ujar Rubio.

Rubio menolak berkomentar tentang apa yang sedang dibahas, tetapi menyebutnya sebagai "kerangka kerja yang luas."

"Marco (Rubio) benar ketika mengatakan kita ingin melihatnya (konflik) berakhir," ungkap Trump, seraya mencatat, "Saya pikir kita memiliki peluang bagus untuk menyelesaikan masalah."

Trump telah berulang kali mengklaim dia menginginkan resolusi damai untuk konflik Ukraina sesegera mungkin.

Rusia dan AS telah terlibat dalam negosiasi sejak Trump menjabat pada bulan Januari. Kedua negara telah mengadakan beberapa putaran pembicaraan tingkat tinggi sementara Kiev dan pendukung Baratnya terus mendorong eskalasi.

Moskow telah menyatakan mereka terbuka untuk pembicaraan damai, asalkan tuntutan keamanan intinya dipenuhi.

Rusia menentang kehadiran NATO di tanah Ukraina dan telah menuntut agar Kiev mengakui perbatasan baru Rusia dan membatalkan rencananya bergabung dengan NATO atau memperoleh senjata nuklir.

Namun, pemerintah Rusia mengatakan tidak akan menerima pembekuan konflik, yang hanya akan menyebabkan permusuhan baru di kemudian hari, dengan mengutip berbagai pelanggaran Ukraina terhadap moratorium yang dimediasi AS atas serangan terhadap infrastruktur energi sebagai bukti ketidakpercayaan Kiev.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada hari Jumat bahwa negosiasi yang sedang berlangsung untuk mengamankan perdamaian dalam konflik Ukraina "sulit," tetapi Rusia tetap berkomitmen menyelesaikan krisis.

Dia mengatakan ada beberapa kemajuan tetapi banyak masalah yang menantang masih ada di atas meja.

Baca juga: Bangsa di Balik Jeruji Besi: Mengapa Israel Penjarakan 10.000 Warga Palestina?
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Pilot Jet Tempur F-15...
Pilot Jet Tempur F-15 AS Ungkap Ngerinya Serangan Drone Iran, Bentuk Formasi Ubur-Ubur
Rekomendasi
Hijaukan Kaltim! Aksi...
Hijaukan Kaltim! Aksi Nyata Pegadaian Tanam 2.000 Pohon Demi Masa Depan
Francesco Bagnaia Tinggalkan...
Francesco Bagnaia Tinggalkan Ducati di Akhir MotoGP 2026
Tilep Rp2 Miliar, Mantan...
Tilep Rp2 Miliar, Mantan Ketua PN Kudus Dipecat
Berita Terkini
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Infografis
Senjata Makan Tuan,...
Senjata Makan Tuan, Tarif Trump Ancam Industri Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved