Spesifikasi Tupolev Tu-95, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia yang Disebut Akan Dikerahkan ke Indonesia

Jum'at, 18 April 2025 - 13:30 WIB
loading...
A A A
Tupolev Tu-95 adalah pesawat pengebom strategis bermesin baling-baling dari era Perang Dingin dan masih menjadi kekuatan penting dalam arsenal strategis Rusia.

Dijuluki Bear oleh NATO, Tu-95 merupakan simbol daya jangkau nuklir Moskow sekaligus ikon rekayasa udara yang unik karena penggunaan mesin turboprop pada pesawat pengebom jarak jauh.

Spesifikasi Tupolev Tu-95

Spesifikasi Umum

♦Jenis: Pengebom strategis jarak jauh
♦Produsen: Tupolev Design Bureau
♦Penerbangan Perdana: 12 November 1952
♦Pengoperasian: Sejak 1956 hingga sekarang
♦Panjang: 46,2 meter
♦Lebar sayap: 50,1 meter
♦Tinggi: 12,12 meter
♦Berat lepas landas maksimum (MTOW): 188.000 kg
♦Mesin: 4 × Kuznetsov NK-12M turboprop (masing-masing dengan dua baling-baling kontra-rotasi)
♦Kecepatan maksimum: 925 km/jam
♦Jarak jelajah maksimum: 15.000 km (dengan bahan bakar penuh dan kecepatan ekonomis)
♦Ketinggian operasi maksimum: 13,716 meter
♦Kru: 7 orang
♦Persenjataan: Bom konvensional maupun nuklir, rudal jelajah Kh-55 (AS-15 Kent) atau Kh-101, dan meriam tail gun (biasanya kaliber 23 mm)

Ciri Khas Desain

Tu-95 merupakan satu dari sedikit pesawat militer dengan mesin turboprop berkecepatan tinggi.

Mesin Kuznetsov NK-12 yang digunakannya adalah turboprop terkuat di dunia, menghasilkan suara sangat keras yang membuat pesawat ini mudah dikenali bahkan dari radar akustik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Ngamuk! Iran Klaim Hancurkan...
Ngamuk! Iran Klaim Hancurkan 8 Lokasi Militer AS di Kuwait dan Bahrain
Rekomendasi
Roy Suryo Ngamuk Sidang...
Roy Suryo Ngamuk Sidang Praperadilannya Disusupi Termul
Diumumkan Besok, Ini...
Diumumkan Besok, Ini Link Resmi Hasil Seleksi SMMPTN-Barat 2026
Sinopsis Don’t Mess...
Sinopsis Don’t Mess with the Blind Heiress di V+Short, Kisah Sang Pewaris Buta
Berita Terkini
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved