Langka, Protes Anti-Hamas Pecah di Gaza Utara di Tengah Pengepungan Israel
Kamis, 17 April 2025 - 11:05 WIB
loading...
A
A
A
Hamas mengambil alih kendali penuh atas Jalur Gaza pada tahun 2007, setelah konflik singkat namun penuh kekerasan dengan kelompok Palestina saingannya; Fatah, yang mendominasi Otoritas Palestina (PA).
Tingkat ketidakpuasan terhadap Hamas sulit diukur, sebagian karena intoleransinya terhadap ekspresi perbedaan pendapat di depan umum.
Pada hari Rabu, beberapa orang membawa poster bertuliskan “Hamas tidak mewakili saya.”
“Orang-orang turun ke jalan di Beit Lahia menuntut agar Hamas pergi, karena perang yang sedang berlangsung, pengeboman, penghancuran, dan tekanan terus-menerus untuk mengungsi”, kata Mohammed al-Masri, salah satu demonstran, mengatakan kepada AFP, yang dilansir Kamis (17/4/2025).
Al-Masri (45) mengatakan para pengunjuk rasa meneriakkan slogan: “Kami tidak menginginkan tenda Qatar, kami ingin hidup dalam kebebasan."
Hampir semua dari 2,4 juta penduduk Gaza telah mengungsi setidaknya sekali sejak dimulainya perang.
Dengan Gaza di bawah blokade total Israel sejak 2 Maret setelah pembicaraan gencatan senjata gagal, tidak ada cukup tenda yang tersedia bagi mereka yang baru mengungsi.
Tingkat ketidakpuasan terhadap Hamas sulit diukur, sebagian karena intoleransinya terhadap ekspresi perbedaan pendapat di depan umum.
Pada hari Rabu, beberapa orang membawa poster bertuliskan “Hamas tidak mewakili saya.”
“Orang-orang turun ke jalan di Beit Lahia menuntut agar Hamas pergi, karena perang yang sedang berlangsung, pengeboman, penghancuran, dan tekanan terus-menerus untuk mengungsi”, kata Mohammed al-Masri, salah satu demonstran, mengatakan kepada AFP, yang dilansir Kamis (17/4/2025).
Al-Masri (45) mengatakan para pengunjuk rasa meneriakkan slogan: “Kami tidak menginginkan tenda Qatar, kami ingin hidup dalam kebebasan."
Hampir semua dari 2,4 juta penduduk Gaza telah mengungsi setidaknya sekali sejak dimulainya perang.
Dengan Gaza di bawah blokade total Israel sejak 2 Maret setelah pembicaraan gencatan senjata gagal, tidak ada cukup tenda yang tersedia bagi mereka yang baru mengungsi.
Lihat Juga :