Iran Ungkap Rincian Tuntutan dalam Negosiasi Nuklir

Rabu, 16 April 2025 - 08:45 WIB
loading...
Iran Ungkap Rincian...
Diplomat Iran Sayid Abbas Araghchi. Foto/irna
A A A
TEHERAN - Iran siap memberikan jaminan mereka tidak berusaha menjadikan program nuklirnya sebagai senjata sebagai imbalan atas keringanan sanksi Amerika Serikat (AS).

Pernyataan itu diungkap diplomat tertinggi negara itu Sayid Abbas Araghchi, seperti dikutip Tehran Times.

Sayid Abbas Araghchi memimpin delegasi Iran selama pembicaraan tidak langsung dengan utusan AS Steve Witkoff di ibu kota Oman, Muscat pada hari Sabtu (12/4/2025).

Pertemuan tersebut merupakan keterlibatan diplomatik pertama antara Washington dan Teheran dalam beberapa tahun, dengan diskusi yang difokuskan pada program nuklir Iran dan potensi pelonggaran sanksi AS.

Menurut outlet berita tersebut, Araghchi menyatakan, “Iran menginginkan kesepakatan yang saling menguntungkan dan tidak akan, dalam keadaan apa pun, setuju membongkar program nuklirnya."

Namun, dia mengatakan negara itu "bersedia mengambil langkah-langkah untuk memberikan jaminan terhadap militerisasi kegiatan nuklirnya."

Ini akan mencakup pemberian akses kepada Badan Energi Atom Internasional ke situs nuklir negara itu.

Sebagai balasannya, Teheran ingin sanksi AS terhadap beberapa sektor dicabut tanpa kemungkinan diberlakukan kembali "dengan dalih lain," menurut Tehran Times.

Publikasi tersebut mengatakan mereka mengetahui Witkoff mengakui AS perlu membuat konsesi.

Selama pembicaraan, utusan tersebut dilaporkan tidak menyebutkan potensi pembongkaran program nuklir Iran, juga tidak merujuk pada kesepakatan awal, Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), yang ditarik Presiden AS Donald Trump pada tahun 2018 selama masa jabatan pertamanya.

Dalam wawancara dengan Fox News pada hari Senin, Witkoff tidak menyerukan Teheran membongkar program nuklirnya, meskipun ada tuntutan dari pejabat AS lainnya, termasuk Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Mike Waltz.

"Pembicaraan dengan Iran akan banyak membahas dua poin penting," ujar Witkoff. Yang pertama adalah verifikasi pengayaan uranium, "dan akhirnya verifikasi persenjataan, yang mencakup rudal, jenis rudal yang mereka simpan di sana, dan itu termasuk pemicu bom."

Namun, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sejak saat itu bersikeras kemampuan militer Iran tidak dapat diganggu gugat.

“Keamanan dan pertahanan nasional, serta kekuatan militer termasuk di antara garis merah Republik Islam Iran, yang tidak dapat didiskusikan atau dinegosiasikan dalam keadaan apa pun,” tegas juru bicara IRGC Ali Mohammad Naini pada hari Selasa, sebagaimana dikutip berbagai media.

Putaran pembicaraan berikutnya antara Iran dan AS diperkirakan akan berlangsung pada tanggal 19 April.

Baca juga: Hamas Tolak Usulan Gencatan Senjata yang Mendesak Pejuang Palestina Menyerah
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
ANCAMAN KERAS IRAN!...
ANCAMAN KERAS IRAN! Kirim Pesan Menghancurkan, Tantang AS Perang Terbuka!
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Lippo Hibahkan Lahan...
Lippo Hibahkan Lahan untuk 141 Ribu Rumah di Meikarta, Percepat Program 3 Juta Rumah
DEPO Tebar Dividen Rp10,2...
DEPO Tebar Dividen Rp10,2 Miliar, Fokus Perluas Ekspansi Bisnis
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved