3 Ulama Arab Saudi yang Pernah Ditangkap karena Dianggap Terlalu Vokal Terhadap Pemerintah
Selasa, 15 April 2025 - 15:11 WIB
loading...
A
A
A
Pada September 2017, otoritas Saudi menangkap puluhan akademisi dan aktivis, termasuk terutama Salman al-Awda, Awad al-Qarni dan Ali al-Omari. Mereka ditangkap atas tuduhan terorisme dan konspirasi melawan negara.
Menurut Amnesty International, al-Awda ditahan tanpa dakwaan selama lebih dari setahun. Kemudian, ia juga mengalami isolasi dan tidak diberikan akses kepada pengacara maupun keluarganya selama lima bulan pertama penahanan.
Pada Februari 2019, putra al-Awda mengklarifikasi bahwa penyebab ayahnya ditahan adalah karena cuitannya dulu tentang krisis Teluk dan keinginannya untuk mencapai rekonsiliasi. Hal tersebut membuat marah pemerintah Saudi, sehingga menganggapnya sebagai pelanggaran pidana.
Baca Juga: Dari Mana Kekayaaan Raja Salman Berasal?
Pada September 2017, al-Qarni ditangkap oleh otoritas Saudi dalam gelombang penahanan terhadap ulama, akademisi, dan aktivis yang dianggap kritis terhadap pemerintah. Penangkapannya didasarkan pada tuduhan menggunakan media sosial untuk menyebarkan konten yang dianggap subversif dan dapat mengganggu ketertiban umum.
Selain itu, al-Qarni juga dituduh mendukung gerakan Ikhwanul Muslimin dalam sebuah video. Pada Januari 2023, jaksa penuntut umum Saudi dilaporkan menuntut hukuman mati untuk al-Qarni atas tuduhan tersebut.
Menurut Amnesty International, al-Awda ditahan tanpa dakwaan selama lebih dari setahun. Kemudian, ia juga mengalami isolasi dan tidak diberikan akses kepada pengacara maupun keluarganya selama lima bulan pertama penahanan.
Pada Februari 2019, putra al-Awda mengklarifikasi bahwa penyebab ayahnya ditahan adalah karena cuitannya dulu tentang krisis Teluk dan keinginannya untuk mencapai rekonsiliasi. Hal tersebut membuat marah pemerintah Saudi, sehingga menganggapnya sebagai pelanggaran pidana.
Baca Juga: Dari Mana Kekayaaan Raja Salman Berasal?
2. Sheikh Awad al-Qarni
Berikutnya ada Sheikh Awad bin Mohammed al-Qarni. Ia adalah seorang ulama, akademisi, dan penulis asal Arab Saudi yang dikenal karena pandangannya yang konservatif serta kritiknya terhadap sekularisme dan modernitas.Pada September 2017, al-Qarni ditangkap oleh otoritas Saudi dalam gelombang penahanan terhadap ulama, akademisi, dan aktivis yang dianggap kritis terhadap pemerintah. Penangkapannya didasarkan pada tuduhan menggunakan media sosial untuk menyebarkan konten yang dianggap subversif dan dapat mengganggu ketertiban umum.
Selain itu, al-Qarni juga dituduh mendukung gerakan Ikhwanul Muslimin dalam sebuah video. Pada Januari 2023, jaksa penuntut umum Saudi dilaporkan menuntut hukuman mati untuk al-Qarni atas tuduhan tersebut.
Lihat Juga :