Donald Trump Ugal-ugalan, Janjikan Anggaran Pertahanan AS Rp16,8 Kuadriliun

Kamis, 10 April 2025 - 08:29 WIB
loading...
A A A
Namun, mereka juga menyerukan pemotongan pengeluaran pemerintah secara keseluruhan untuk menyeimbangkan anggaran federal, dan keringanan pajak bagi sebagian warga Amerika.

Peningkatan pengeluaran pertahanan akan mempersulit perhitungan tersebut, dan kemungkinan menambah defisit federal kecuali pemotongan tajam dilakukan pada program nonpertahanan.

Para anggota Parlemen dari Partai Demokrat telah menolak pemotongan semacam itu, tetapi memiliki opsi terbatas dalam memblokir pergerakan anggaran karena mereka merupakan minoritas di DPR dan Senat.

Bahkan dengan peningkatan tersebut, anggaran militer Amerika sebesar USD1 triliun masih belum akan sesuai dengan tujuan yang dinyatakan Trump agar semua negara NATO membelanjakan 5% dari produk domestik bruto mereka untuk pertahanan.

Trump mengatakan uang tambahan untuk pertahanan akan memungkinkan negara untuk membeli peralatan dan kemampuan baru yang dibutuhkan untuk masa depan.

"Kami belum pernah memiliki pesawat jenis itu, rudal jenis itu, apa pun yang telah kami pesan," katanya.

"Dan dalam banyak hal sangat disayangkan bahwa kami harus melakukannya karena, mudah-mudahan, kami tidak perlu menggunakannya," paparnya.

Janji Trump untuk meningkatkan belanja pertahanan AS ini bertentangan dengan seruannya sendiri baru-baru ini yang ingin AS, Rusia, dan China sama-sama memotong anggaran pertahanan hingga 50 persen.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Tegas! Iran Tak Akan...
Tegas! Iran Tak Akan Biarkan Lebanon Jadi Bulan-bulanan Israel
Rekomendasi
Suasana Jelang Putusan...
Suasana Jelang Putusan Nadiem, Polisi Berjaga, Papan Dukungan, hingga Mitra Gojek Padati PN Tipikor
Masyarakat Indonesia...
Masyarakat Indonesia Bangun Islamic Centre Pertama dan Terbesar di Melbourne dari Eks Kantor Polisi
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
Berita Terkini
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved