Israel Ancam Usir 970 Pilotnya karena Protes Perang Gaza
Kamis, 10 April 2025 - 07:41 WIB
loading...
A
A
A
Para penanda tangan surat protes tersebut, termasuk perwira senior Angkatan Udara dan pilot, berpendapat bahwa "pertempuran di Gaza melayani kepentingan politik, bukan kepentingan keamanan."
Anggota oposisi Israel telah lama berpendapat bahwa perang di Gaza dimaksudkan untuk memungkinkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tetap menjabat dan tidak ada hubungannya dengan keamanan Israel.
Beberapa hari sebelumnya, Panglima Angkatan Udara Mayor Jenderal Tomer Bar bertemu dengan beberapa penanda tangan utama surat protes. Selama pertemuan tersebut, perwira cadangan mengkritik tajam keputusan Bar untuk mengancam semua penanda tangan dengan pemecatan, menyebutnya sebagai tindakan yang melanggar hukum dan etika yang melanggar hak personelcadangan untuk mengekspresikan pandangan politik, menurut laporan Haaretz.
Bar membalas bahwa masalahnya bukan hukuman, dengan mengatakan, "Mereka yang menandatangani teks yang mengklaim dimulainya kembali perang terutama bersifat politis dan merugikan prospek pembebasan sandera tidak dapat memenuhi tugas cadangan mereka."
Dia menganggap penandatanganan surat itu selama masa perang "tidak sah", imbuh laporan Haaretz. Bar juga memperkirakan gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera akan segera ditandatangani.
Militer Zionis Israel memberhentikan dua personel cadangan pada 19 Maret, satu dari intelijen, yang lain dari Angkatan Udara, karena menolak untuk bergabung dalam perang Gaza setelah pertempuran dimulai kembali.
Anggota oposisi Israel telah lama berpendapat bahwa perang di Gaza dimaksudkan untuk memungkinkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tetap menjabat dan tidak ada hubungannya dengan keamanan Israel.
Beberapa hari sebelumnya, Panglima Angkatan Udara Mayor Jenderal Tomer Bar bertemu dengan beberapa penanda tangan utama surat protes. Selama pertemuan tersebut, perwira cadangan mengkritik tajam keputusan Bar untuk mengancam semua penanda tangan dengan pemecatan, menyebutnya sebagai tindakan yang melanggar hukum dan etika yang melanggar hak personelcadangan untuk mengekspresikan pandangan politik, menurut laporan Haaretz.
Bar membalas bahwa masalahnya bukan hukuman, dengan mengatakan, "Mereka yang menandatangani teks yang mengklaim dimulainya kembali perang terutama bersifat politis dan merugikan prospek pembebasan sandera tidak dapat memenuhi tugas cadangan mereka."
Dia menganggap penandatanganan surat itu selama masa perang "tidak sah", imbuh laporan Haaretz. Bar juga memperkirakan gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera akan segera ditandatangani.
Militer Zionis Israel memberhentikan dua personel cadangan pada 19 Maret, satu dari intelijen, yang lain dari Angkatan Udara, karena menolak untuk bergabung dalam perang Gaza setelah pertempuran dimulai kembali.
Lihat Juga :