Pembantaian Zionis Israel di Palestina Kian Brutal, Mengapa Dunia Diam?
Senin, 07 April 2025 - 12:45 WIB
loading...
A
A
A
Mengapa Dunia Bungkam Melihat Israel Leluasa Bantai Rakyat Palestina?
Kelompok perlawanan Palestina yang berbasis di Gaza, Hamas, pada awal Maret lalu memperingatkan tentang konsekuensi dari kebungkaman dunia internasional yang terus-menerus tentang kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina, termasuk pemindahan paksa dan pembongkaran rumah-rumah di kamp-kamp pengungsi di seluruh Tepi Barat yang diduduki.
"Hamas mendesak PBB dan lembaganya untuk mengambil tindakan segera dan efektif untuk menghentikan pelanggaran hukum internasional yang terus-menerus dan mengerikan oleh Israel," demikian pernyataan kelompok tersebut.
Hamas mengutuk pembongkaran rumah dan bangunan tempat tinggal oleh Israel di kamp Nur Shams, sebelah timur Tulkarem di Tepi Barat utara, beserta pemindahan paksa warga Palestina dengan todongan senjata.
Hamas menggambarkan tindakan Israel sebagai "pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan kejahatan perang terang-terangan yang dilakukan di hadapan dunia."
Kelompok itu juga mengecam operasi militer Israel di Tepi Barat dan "teror sistematis" terhadap warga Palestina, menyebutnya sebagai "upaya putus asa dan sia-sia untuk mematahkan semangat perlawanan."
Pada awal Maret, militer Israel menghancurkan tembok 11 rumah di lingkungan al-Manshiya di kamp pengungsi Noor Shams, tempat operasi militer telah berlangsung selama 21 hari.
Mereka telah melakukan operasi di Tepi Barat utara sejak 21 Januari, menewaskan sedikitnya 64 korban dan membuat ribuan orang mengungsi.
Otoritas Palestina telah memperingatkan bahwa serangan itu merupakan bagian dari rencana yang lebih luas oleh pemerintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mencaplok Tepi Barat dan mendeklarasikan kedaulatan atasnya, yang dapat menandai berakhirnya solusi dua negara.
Penggerebekan itu merupakan yang terbaru dalam eskalasi militer di Tepi Barat, di mana sedikitnya 927 warga Palestina telah tewas dan hampir 7.000 orang terluka dalam serangan oleh tentara Israel dan pemukim ilegal sejak dimulainya serangan terhadap Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Mahkamah Internasional menyatakan pada bulan Juli 2024 bahwa pendudukan Israel yang telah berlangsung lama atas wilayah Palestina adalah "melanggar hukum", menuntut evakuasi semua permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Negara-negara Arab Juga Tidak Bertindak
Pelapor Khusus PBB Francesca Albanese pernah terang-terangan menyebut Israel melakukan pembersihan etnis Palestina di Tepi Barat. Dia juga mengecam negara-negara Arab yang tidak berani melawan tindakan rezim Zionis tersebut.
Dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera, pejabat PBB tersebut menggambarkan apa yang terjadi di Tepi Barat dan posisi negara-negara Arab sebagai hal yang mengejutkan.
Dia dan menyatakan keterkejutannya atas klaim tentang keterbatasan kemampuan negara-negara Arab untuk bertindak.
Lihat Juga :