10 Negara yang Kena Tarif Impor Trump Terbesar, Mayoritas Negara-negara Asia
Jum'at, 04 April 2025 - 21:10 WIB
loading...
A
A
A
Trump juga mengatakan pungutan tersebut akan meningkatkan manufaktur dalam negeri dan menyamakan kedudukan dengan negara-negara lain yang mengenakan tarif lebih tinggi pada impor AS daripada yang dikenakan AS untuk produk mereka. Namun, para ekonom memperkirakan bahwa tarif tersebut akan menyebabkan inflasi kembali meningkat, sementara juga mendorong beberapa mitra dagang untuk membalas dengan tarif yang lebih tinggi pada impor Amerika ke negara mereka.
Baca Juga: Pihak Ketiga Berusaha Gagalkan Perundingan AS-Rusia, Siapa Mereka?
Jika tarif tetap diberlakukan oleh pemerintahan Trump dan jika negara lain mengenakan tarif balasan, baik AS maupun negara lain "akan mengalami resesi serius," kata Mark Zandi, kepala ekonom di Moody's Analytics, dalam email kepada CBS MoneyWatch.
2. Kambodia 49%
3. Laos 48%
4. Madagascar 47%
5. Vietnam 46%
6. Sri Lanka 44%
7. Myanmar (Burma) 44%
8. Mauritius 40%
9. Guyana 38%
10. Bangladesh 37%
Baca Juga: Pihak Ketiga Berusaha Gagalkan Perundingan AS-Rusia, Siapa Mereka?
Jika tarif tetap diberlakukan oleh pemerintahan Trump dan jika negara lain mengenakan tarif balasan, baik AS maupun negara lain "akan mengalami resesi serius," kata Mark Zandi, kepala ekonom di Moody's Analytics, dalam email kepada CBS MoneyWatch.
10 Negara yang Kena Tarif Impor Trump Terbesar, Mayoritas Negara-negara Asia
1. Lesotho 50%2. Kambodia 49%
3. Laos 48%
4. Madagascar 47%
5. Vietnam 46%
6. Sri Lanka 44%
7. Myanmar (Burma) 44%
8. Mauritius 40%
9. Guyana 38%
10. Bangladesh 37%
Kapan tarif ini akan mulai berlaku?
Tarif timbal balik akan mulai berlaku pada pukul 12:01 dini hari tanggal 9 April. Tarif tersebut merupakan tambahan dari tarif dasar 10% yang mulai berlaku pada pukul 12:01 dini hari tanggal 5 April.Bagaimana pemerintahan Trump memutuskan tarif apa yang akan dikenakan pada negara mana?
Trump mengatakan pemerintahannya menentukan tarif untuk setiap negara berdasarkan pungutan moneter yang dikenakan negara-negara tersebut pada impor AS, serta hambatan perdagangan nonmoneter seperti peraturan yang mempersulit produk Amerika untuk memasuki pasar tersebut. Presiden menambahkan bahwa tarif timbal balik tersebut masih hanya setengah dari tarif yang dikenakan oleh negara-negara tersebut terhadap produk-produk AS, dan menyebut pungutan barunya sebagai "baik".(ahm)
Lihat Juga :