Trump Permudah Aturan Ekspor Senjata, Dunia Terancam Perang Besar?
Kamis, 03 April 2025 - 13:17 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun 2019, ia menghindari tinjauan kongres dengan mendeklarasikan keadaan darurat nasional yang terkait dengan ketegangan dengan Iran, yang memungkinkannya mempercepat penjualan senjata senilai lebih dari USD8 miliar ke Arab Saudi, Yordania, dan Uni Emirat Arab.
Kesepakatan dengan Arab Saudi dan UEA telah terhenti selama berbulan-bulan, sebagian besar karena keberatan Kongres atas peran negara-negara tersebut dalam kampanye udara Yaman dan masalah hak asasi manusia menyusul pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi di konsulat kerajaan di Turki.
Dengan aturan ekspor senjata yang lebih longgar, negara-negara dan kelompok bersenjata lebih mudah mendapatkan persenjataan canggih.
Ini bisa memperburuk konflik yang sudah ada, seperti di Timur Tengah, Eropa Timur, dan Asia Pasifik.
Negara-negara di Timur Tengah bisa lebih mudah membeli senjata untuk konflik di Yaman, Suriah, atau Palestina.
Ukraina dapat memperoleh lebih banyak senjata dalam perang melawan Rusia, yang bisa memicu respons lebih besar dari Moskow.
Taiwan dan negara-negara Asia Tenggara bisa meningkatkan persenjataan untuk melawan China, yang berpotensi memperburuk ketegangan di Laut China Selatan.
Saat AS lebih mudah mengekspor senjata, negara lain juga akan meningkatkan produksi dan pembelian senjata mereka agar tetap kompetitif.
Kesepakatan dengan Arab Saudi dan UEA telah terhenti selama berbulan-bulan, sebagian besar karena keberatan Kongres atas peran negara-negara tersebut dalam kampanye udara Yaman dan masalah hak asasi manusia menyusul pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi di konsulat kerajaan di Turki.
Dengan aturan ekspor senjata yang lebih longgar, negara-negara dan kelompok bersenjata lebih mudah mendapatkan persenjataan canggih.
Ini bisa memperburuk konflik yang sudah ada, seperti di Timur Tengah, Eropa Timur, dan Asia Pasifik.
Negara-negara di Timur Tengah bisa lebih mudah membeli senjata untuk konflik di Yaman, Suriah, atau Palestina.
Ukraina dapat memperoleh lebih banyak senjata dalam perang melawan Rusia, yang bisa memicu respons lebih besar dari Moskow.
Taiwan dan negara-negara Asia Tenggara bisa meningkatkan persenjataan untuk melawan China, yang berpotensi memperburuk ketegangan di Laut China Selatan.
Saat AS lebih mudah mengekspor senjata, negara lain juga akan meningkatkan produksi dan pembelian senjata mereka agar tetap kompetitif.
Lihat Juga :