10 Kerajaan Terbesar dan Terluas dalam Sejarah, Kekhalifahan Diwakili Abbasiyah dan Ummayah
Senin, 31 Maret 2025 - 14:26 WIB
loading...
A
A
A
Kekhalifahan Umayyah memiliki pengaruh yang kuat di wilayah Sahara, dengan suku-suku nomaden Berber yang memberi penghormatan kepada khalifah meskipun mereka tidak memiliki kendali langsung atasnya.
Dalam praktiknya, kekuasaan berada di tangan sultan dan emir setempat yang memerintah wilayah mereka sendiri dalam batas-batas kekhalifahan yang lebih besar. Kekhalifahan Umayyah berperan penting dalam memperkenalkan Islam ke banyak bagian Afrika Barat dan mengembangkan budaya Islam selama pemerintahannya.
Kekaisaran ini bertahan dari tahun 1271 hingga 1368, dan pada puncak kekuasaannya, kekaisaran ini menguasai seluruh wilayah Tiongkok saat ini, serta Mongolia dan Semenanjung Korea, dengan total wilayah seluas 4,25 juta mil persegi. Namun, pada pertengahan abad ke-14, kekuasaannya mulai memudar hingga akhirnya digantikan oleh Dinasti Ming.
Suku-suku yang membentuk kekaisaran ini adalah orang-orang nomaden yang tinggal di padang rumput Eurasia timur, wilayah yang kemudian menjadi wilayah kekuasaan bangsa Mongol.
Pada puncak kejayaannya di akhir abad ke-2 SM, wilayah Kekaisaran Xiongnu membentang dari wilayah Manchuria di Tiongkok saat ini hingga batas timur Asia Tengah dan berpusat di Dataran Tinggi Mongolia. Kekaisaran ini bertahan hingga abad ke-1 M ketika Dinasti Han Tiongkok mengalahkannya, dan konfederasi tersebut terpecah menjadi dua.
Dari kekaisaran kuno yang bertahan lama hingga negara adikuasa modern, setiap negara dalam daftar ini telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam sejarah. Masing-masing memperluas wilayah dan pengaruhnya untuk menjadi kekuatan dominan di wilayahnya masing-masing dan, dengan demikian, menciptakan peluang baru untuk pertumbuhan budaya dan kemakmuran ekonomi.
Kekaisaran-kekaisaran besar ini telah berdampak besar pada perkembangan peradaban dan akan terus dipelajari oleh para sejarawan selama berabad-abad mendatang.
Dalam praktiknya, kekuasaan berada di tangan sultan dan emir setempat yang memerintah wilayah mereka sendiri dalam batas-batas kekhalifahan yang lebih besar. Kekhalifahan Umayyah berperan penting dalam memperkenalkan Islam ke banyak bagian Afrika Barat dan mengembangkan budaya Islam selama pemerintahannya.
9. Dinasti Yuan (4,25 juta mil persegi)
Dinasti Yuan muncul untuk memerintah Tiongkok saat Kekaisaran Mongol yang luas pecah menjadi kekaisaran-kekaisaran terpisah pada pertengahan hingga akhir abad ke-13. Kaisar khagan kelima Kekaisaran Mongol, Kubilai, juga dikenal sebagai Kaisar Shizu, adalah pendiri Dinasti Yuan.Kekaisaran ini bertahan dari tahun 1271 hingga 1368, dan pada puncak kekuasaannya, kekaisaran ini menguasai seluruh wilayah Tiongkok saat ini, serta Mongolia dan Semenanjung Korea, dengan total wilayah seluas 4,25 juta mil persegi. Namun, pada pertengahan abad ke-14, kekuasaannya mulai memudar hingga akhirnya digantikan oleh Dinasti Ming.
10. Kekaisaran Xiongnu (3,47 juta mil persegi)
Sebuah konfederasi suku kuno, Kekaisaran Xiongnu, menempati wilayah seluas 3,47 juta mil persegi pada puncak kekuasaannya. Modu Chanyu, seorang pemimpin suku, mendirikan kekaisaran ini pada awal abad ke-3 SM.Suku-suku yang membentuk kekaisaran ini adalah orang-orang nomaden yang tinggal di padang rumput Eurasia timur, wilayah yang kemudian menjadi wilayah kekuasaan bangsa Mongol.
Pada puncak kejayaannya di akhir abad ke-2 SM, wilayah Kekaisaran Xiongnu membentang dari wilayah Manchuria di Tiongkok saat ini hingga batas timur Asia Tengah dan berpusat di Dataran Tinggi Mongolia. Kekaisaran ini bertahan hingga abad ke-1 M ketika Dinasti Han Tiongkok mengalahkannya, dan konfederasi tersebut terpecah menjadi dua.
Dari kekaisaran kuno yang bertahan lama hingga negara adikuasa modern, setiap negara dalam daftar ini telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam sejarah. Masing-masing memperluas wilayah dan pengaruhnya untuk menjadi kekuatan dominan di wilayahnya masing-masing dan, dengan demikian, menciptakan peluang baru untuk pertumbuhan budaya dan kemakmuran ekonomi.
Kekaisaran-kekaisaran besar ini telah berdampak besar pada perkembangan peradaban dan akan terus dipelajari oleh para sejarawan selama berabad-abad mendatang.
(ahm)
Lihat Juga :