Iran Siapkan Operasi True Promise III Menarget Israel, Berikut 3 Skenarionya
Sabtu, 29 Maret 2025 - 18:45 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Perang Houti Berkobar di Bulan Suci
Jutaan orang di Iran dan di seluruh dunia turun ke jalan untuk memperingati Hari Quds Internasional, menyuarakan solidaritas mereka dengan warga Palestina dan mengecam genosida Israel di Jalur Gaza yang terkepung.
Ia mencatat bahwa upaya Tel Aviv untuk membubarkan gerakan perlawanan di kawasan itu justru menyebabkan kemundurannya sendiri.
"Lembaga pemikir rezim Zionis telah gagal dalam mencabut Front Perlawanan dan telah memasuki kondisi kemunduran," katanya.
Ia juga merenungkan Operasi Penyerbuan Al-Aqsa, operasi bersejarah terhadap wilayah Palestina yang diduduki oleh gerakan perlawanan Jalur Gaza, yang menyaksikan para pejuang perlawanan memasuki wilayah tersebut, mengepung pangkalan-pangkalan strategis Israel, dan menjerat 241 Zionis.
Safavi mengidentifikasi operasi yang dipentaskan oleh "para pemuda pemberani dari Front Perlawanan" sebagai salah satu tanggapan paling signifikan terhadap kejahatan Zionis selama puluhan tahun.
Ia menekankan bahwa rezim tersebut tidak mampu memadamkan semangat perlawanan, meskipun telah menghancurkan infrastruktur dan merenggut ribuan nyawa warga Palestina yang tidak bersalah selama perang genosida yang dilancarkannya terhadap Gaza setelah operasi tersebut.
Ia mengatakan masa depan kawasan itu akan berbeda dari masa lalu, dengan kemenangan akhir milik Palestina dan negara Muslim global, sementara kekalahan menanti rezim Zionis.
Ia menekankan bahwa AS terus memicu ketidakstabilan regional dengan memberikan bantuan militer dan dukungan intelijen kepada rezim tersebut, yang memungkinkan agresinya terhadap rakyat Palestina dan negara-negara tetangga.
2. Israel Gagal Lawan Poros Perlawanan
Pada hari Jumat, Safavi, yang berpidato di hadapan peserta pawai tahunan Hari Quds Internasional pro-Palestina di kota Semnan, Iran barat laut, menyoroti kegagalan inisiatif strategis rezim Israel terhadap Front Perlawanan regional.Jutaan orang di Iran dan di seluruh dunia turun ke jalan untuk memperingati Hari Quds Internasional, menyuarakan solidaritas mereka dengan warga Palestina dan mengecam genosida Israel di Jalur Gaza yang terkepung.
Ia mencatat bahwa upaya Tel Aviv untuk membubarkan gerakan perlawanan di kawasan itu justru menyebabkan kemundurannya sendiri.
"Lembaga pemikir rezim Zionis telah gagal dalam mencabut Front Perlawanan dan telah memasuki kondisi kemunduran," katanya.
Ia juga merenungkan Operasi Penyerbuan Al-Aqsa, operasi bersejarah terhadap wilayah Palestina yang diduduki oleh gerakan perlawanan Jalur Gaza, yang menyaksikan para pejuang perlawanan memasuki wilayah tersebut, mengepung pangkalan-pangkalan strategis Israel, dan menjerat 241 Zionis.
Safavi mengidentifikasi operasi yang dipentaskan oleh "para pemuda pemberani dari Front Perlawanan" sebagai salah satu tanggapan paling signifikan terhadap kejahatan Zionis selama puluhan tahun.
Ia menekankan bahwa rezim tersebut tidak mampu memadamkan semangat perlawanan, meskipun telah menghancurkan infrastruktur dan merenggut ribuan nyawa warga Palestina yang tidak bersalah selama perang genosida yang dilancarkannya terhadap Gaza setelah operasi tersebut.
Ia mengatakan masa depan kawasan itu akan berbeda dari masa lalu, dengan kemenangan akhir milik Palestina dan negara Muslim global, sementara kekalahan menanti rezim Zionis.
3. AS Tetap Mendukung Israel
Pejabat itu juga mengecam Amerika Serikat atas dukungannya yang tak tergoyahkan terhadap rezim Israel, dengan menyatakan bahwa Washington tetap terlibat dalam kejahatan perang Tel Aviv dan pelanggaran hukum internasional.Ia menekankan bahwa AS terus memicu ketidakstabilan regional dengan memberikan bantuan militer dan dukungan intelijen kepada rezim tersebut, yang memungkinkan agresinya terhadap rakyat Palestina dan negara-negara tetangga.
Lihat Juga :