Eks Jenderal Tertinggi Ukraina: Pasal 5 NATO Itu Tak Ada, Anggotanya Tak Dilindungi dari Rusia
Jum'at, 28 Maret 2025 - 05:26 WIB
loading...
A
A
A
“Negara-negara Baltik memahami bahwa tidak ada Pasal 5 dan tidak pernah ada. Polandia juga memahami hal ini karena rudal jatuh di sana dari waktu ke waktu—terkadang rudal kami, terkadang rudal Rusia. Rumania memahami segalanya, tetapi tetap bungkam,” katanya, yang dilansir Russia Today, Jumat (28/5/2025).
Zaluzhny kemudian mengingat masa ketika dia masih menjadi panglima militer Ukraina. “Mereka menelepon dari Rumania dan meminta saya untuk tidak mengatakan sepatah kata pun setelah dua pesawat nirawak Rusia diduga jatuh di wilayah Rumania,” ujarnya.
Menurutnya, seorang pejabat dari Bukares menyalahkan Ukraina atas insiden tersebut, dengan mengatakan bahwa pesawat nirawak (UAV) telah dialihkan ke Rumania karena penggunaan peperangan elektronik oleh Kyiv.
“Saya katakan kepada mereka: ‘Tembak jatuh [pesawat nirawak] itu. Kalian punya 40 jet F-16’,” imbuh Zaluzhny, yang dipecat sebagai jenderal tertinggi Ukraina pada Februari 2023.
Dia juga mengisyaratkan bahwa meskipun dorongan Ukraina untuk bergabung dengan NATO berhasil, hal itu tidak akan memberikan jaminan keamanan bagi negara itu. “Itu tidak akan memberikan apa pun selain perlindungan politik,” tegasnya.
Zaluzhny kemudian mengingat masa ketika dia masih menjadi panglima militer Ukraina. “Mereka menelepon dari Rumania dan meminta saya untuk tidak mengatakan sepatah kata pun setelah dua pesawat nirawak Rusia diduga jatuh di wilayah Rumania,” ujarnya.
Menurutnya, seorang pejabat dari Bukares menyalahkan Ukraina atas insiden tersebut, dengan mengatakan bahwa pesawat nirawak (UAV) telah dialihkan ke Rumania karena penggunaan peperangan elektronik oleh Kyiv.
“Saya katakan kepada mereka: ‘Tembak jatuh [pesawat nirawak] itu. Kalian punya 40 jet F-16’,” imbuh Zaluzhny, yang dipecat sebagai jenderal tertinggi Ukraina pada Februari 2023.
Dia juga mengisyaratkan bahwa meskipun dorongan Ukraina untuk bergabung dengan NATO berhasil, hal itu tidak akan memberikan jaminan keamanan bagi negara itu. “Itu tidak akan memberikan apa pun selain perlindungan politik,” tegasnya.
Lihat Juga :