Ini Respons Bos Pentagon setelah Rencana Perang AS Melawan Houthi Bocor

Selasa, 25 Maret 2025 - 11:29 WIB
loading...
A A A
Ketika ditanya tentang kebocoran tersebut, Hegseth justru meledek Goldberg. ”Seorang jurnalis yang suka menipu dan sangat tidak dipercaya yang berprofesi sebagai penyebar berita palsu,” katanya.

"Tidak ada yang mengirim rencana perang melalui SMS, dan hanya itu yang harus saya katakan tentang itu," ujar Hegseth ketika didesak tentang isi pesan tersebut.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih Brian Hughes mengatakan kepada Reuters, Selasa (25/3/2025), bahwa rangkaian pesan obrolan yang bocor itu "tampaknya asli" dan mengonfirmasi bahwa tinjauan internal telah diluncurkan untuk mengetahui bagaimana nomor yang tidak disengaja ditambahkan ke grup Signal tersebut.

"Rangkaian pesan itu menunjukkan koordinasi kebijakan yang mendalam dan cermat antara pejabat senior," imbuh Hughes, tanpa menjelaskan apakah protokol keamanan nasional telah dilanggar atau apakah tindakan disipliner akan menyusul.

Presiden Trump memerintahkan tindakan militer yang kuat terhadap militan Houthi yang bermarkas di Yaman Sabtu lalu, menuduh mereka melakukan "kampanye pembajakan, kekerasan, dan terorisme yang tak henti-hentinya terhadap kapal, pesawat, dan drone Amerika, dan lainnya."

Kelompok itu, yang secara resmi dikenal sebagai gerakan Ansar Allah, telah menguasai sebagian besar wilayah Yaman—termasuk ibu kota, Sanaa—sejak pertengahan 2010-an.

Dalam apa yang digambarkan The Atlantic sebagai "diskusi kebijakan yang menarik”, pejabat senior AS dilaporkan mengakui kesulitan membangun dukungan publik untuk kampanye militer baru.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
IHSG Hari Ini Terjun...
IHSG Hari Ini Terjun Bebas 3,05% ke Level 5.643, Transaksi Cetak Rp15 Triliun
Jerman Tersingkir, Klopp...
Jerman Tersingkir, Klopp Masuk Radar Der Panzer
Band Perunggu Bongkar...
Band Perunggu Bongkar Alasan Resign dari Pekerjaan Kantoran, Utamakan Keluarga dan Musik
Berita Terkini
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved