5 Negara Eropa Musuh Bebuyutan Rusia, Nomor 3 dan Terakhir Pemilik Hulu Ledak Nuklir

Kamis, 20 Maret 2025 - 16:53 WIB
loading...
5 Negara Eropa Musuh...
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (kanan, depan) menyambut kunjungan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Jeddah, Arab Saudi, pada 10 Maret 2025. Foto/Xinhua/SPA
A A A
KIEV - Terdapat sejumlah negara Eropa yang menjadi musuh bebuyutan Rusia. Beberapa di antaranya memiliki hulu ledak nuklir.

Sejak dulu, Rusia dikenal memiliki hubungan yang rumit dengan banyak negara di Eropa. Alasannya dipengaruhi sejarah panjang konflik geopolitik, persaingan ideologi hingga kepentingan strategis di kawasan terkait.

Seiring waktu, ketegangan antara Rusia dan negara-negara Eropa tertentu semakin memanas, terutama setelah peristiwa-peristiwa besar seperti aneksasi Krimea pada 2014 dan invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Berikut ini di antaranya.

Negara Eropa Musuh Bebuyutan Rusia

1. Ukraina


Satu nama ini jelas masuk daftar musuh bebuyutan Rusia. Kini, keduanya bahkan masih terlibat konflik meski baru saja menyetujui gencatan senjata.

Terlepas dari faktor sejarah, hubungan Rusia dan Ukraina semakin memburuk sejak aneksasi Krimea pada 2014 dan dukungan Rusia terhadap separatis di Donbas.

Invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 semakin memperdalam permusuhan di antara keduanya.

Melansir laman Statista, survei Levada Center juga mencatatnya Ukraina sebagai salah satu musuh terbesar Rusia.

Selain pemerintahannya, ada sekitar 26% warga Rusia yang mengungkap ketidaksukaan mereka ke Kiev dan menganggapnya musuh.

2. Polandia


Berikutnya ada Polandia. Mereka memang memiliki sejarah panjang konflik dengan Moskow sejak era Kekaisaran Rusia dan Uni Soviet.

Saat ini, Polandia juga menjadi salah satu negara Eropa yang paling vokal menentang kebijakan Rusia, terutama terkait invasi Ukraina. Warsawa bahkan ikut memberikan rentetan sanksi yang sebelumnya diinisiasi Amerika Serikat.

Survei Levada Center juga menunjukan 42% populasi Rusia menganggap Polandia sebagai musuh. Sebaliknya, survei yang diterbitkan Dewan Eropa juga mengungkap 79% warga Polandia menyebut Rusia sebagai musuh.

3. Inggris


Selama ini, Inggris dikenal sebagai sekutu dekat Amerika Serikat. Pada berbagai kebijakannya, mereka juga kerap melakukan hal-hal yang berseberangan dengan Rusia.

Pada beberapa kasus, Inggris juga kerap menuduh Rusia terlibat dalam operasi intelijen dan serangan siber di wilayahnya, termasuk kasus peracunan agen ganda Sergei Skripal pada 2018.

Belum lagi, ada fakta bahwa London menjadi pendukung utama Ukraina dalam menghadapi agresi Kremlin sejak 2022.

Bukti kuat lainnya, survei Levada Center menempatkan Inggris sebagai musuh terbesar kedua Rusia setelah Amerika Serikat. Setidaknya ada 51% warga Rusia yang menganggap negara pemilik hulu ledak nuklir tersebut sebagai musuhnya.

4. Jerman


Lanjut, ada Jerman. Meski Berlin memiliki hubungan ekonomi yang cukup bagus dengan Rusia di masa lalu, hubungan mereka telah memburuk drastis.

Setelah invasi Rusia ke Ukraina, Jerman kemudian mendukung sanksi berat terhadap Moskow. Tak jarang, para pejabatnya juga mengkritik pemimpin Rusia, Vladimir Putin, atas berbagai kebijakannya yang dirasa bertentangan.

Survei Levada Center mengungkap 48% warga Rusia menganggap Jerman sebagai musuh. Angka ini menjadi terbesar ketiga setelah AS dan Inggris.

5. Prancis


Prancis juga menjadi negara Eropa lain yang menjadi musuh bebuyutan Rusia. Presiden Emmanuel Macron beberapa kali bahkan telah mengambil sikap agresif untuk menekan Moskow.

Terlepas dari itu, Prancis kerap berselisih dengan Rusia dalam kebijakan luar negeri, terutama terkait konflik di Suriah, Afrika, dan Eropa Timur. Keterlibatannya dalam NATO juga semakin membuat hubungannya dengan Rusia memanas.

Itulah beberapa negara Eropa yang menjadi musuh bebuyutan Rusia.

Baca juga: Israel Gelar Operasi Darat Terbatas di Gaza Tengah, Maju di Netzarim
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Daftar Poin Perjanjian...
Daftar Poin Perjanjian yang Dituntut Iran ke AS, Penarikan Pasukan Israel hingga Selat Hormuz
Rekomendasi
Meidra Idol Ternyata...
Meidra Idol Ternyata Tomboy dan Belum Pernah Pacaran
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
Sepatu Pink Jadi Tren...
Sepatu Pink Jadi Tren di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
5 Presiden dan Ibu Negara...
5 Presiden dan Ibu Negara Miliki Perbedaan Usia Sangat Jauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved