Donald Trump Ingin Lepaskan Posisi AS sebagai Pimpinan NATO

Kamis, 20 Maret 2025 - 05:26 WIB
loading...
Donald Trump Ingin Lepaskan...
Presiden Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk melepaskan peran eksklusif AS dalam memimpin komando militer NATO. Foto/New York Times
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk melepaskan peran eksklusif Amerika Serikat (AS) dalam memimpin komando militer NATO.

NBC News menerbitkan laporan tersebut dengan mengutip pejabat pertahanan Amerika.

Trump, menurut laporan itu, sedang menjajaki kemungkinan melepaskan kendali atas jabatan Panglima Tertinggi Sekutu Eropa (SACEUR) yang telah dipegang oleh seorang jenderal bintang empat AS sejak blok tersebut berdiri pada tahun 1949.

SACEUR bertugas mengawasi operasi militer NATO di Eropa. Posisi tersebut saat ini dipegang oleh Jenderal Christopher G Cavoli, yang juga bertanggung jawab atas koordinasi bantuan militer NATO ke Kyiv selama perang Rusia-Ukraina.

Baca Juga: Sekutu NATO Mulai Melawan AS, Desak Eropa Ganti Jet Tempur Siluman F-35 dengan Rafale

Jika AS benar-benar melepaskan kepemilikan peran tersebut, kemungkinan besar akan diisi oleh salah satu negara anggota NATO di Eropa.

Mengutip dari laporan NBC News, Kamis (20/3/2025), Trump mempertimbangkan langkah tersebut sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk merestrukturisasi komando militer AS dan mengurangi pengeluaran pertahanan.

Lebih lanjut, laporan itu menyatakan bahwa pemerintahannya telah berupaya untuk memangkas biaya di dalam Departemen Pertahanan.

Selama bertahun-tahun, Trump telah berulang kali mengkritik NATO. Setelah pelantikannya pada bulan Januari, dia mendesak anggota blok Eropa untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka dan memperingatkan bahwa AS tidak akan bertanggung jawab untuk membela negara-negara NATO yang tidak memenuhi kewajiban keuangan mereka.

Trump juga mengeklaim bahwa ekspansi NATO dan jangkauannya ke Ukraina di bawah mantan Presiden AS Joe Biden merupakan salah satu faktor yang menyebabkan perang saat ini.

Rusia secara konsisten mengecam ekspansi NATO ke perbatasannya, menggambarkan blok tersebut sebagai ancaman terhadap keamanan nasionalnya.

Para pejabat Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin, juga berulang kali menekankan bahwa dorongan NATO untuk memasukkan Ukraina sebagai anggotanya adalah salah satu akar penyebab di balik eskalasi konflik pada tahun 2022.

Laporan NBC News tidak menyebutkan apakah Trump telah membuat keputusan akhir untuk melepaskan posisi SACEUR, dan sejauh mana usulan tersebut sedang dipertimbangkan masih belum jelas. Departemen Pertahanan AS juga belum berkomentar.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Pecahkan Rekor Piala...
Pecahkan Rekor Piala Dunia, Gol Bersejarah Lionel Messi Tuai Perdebatan
Berita Terkini
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved