Ukraina Kehabisan Rudal ATACMS Amerika untuk Melawan Rusia

Kamis, 13 Maret 2025 - 12:28 WIB
loading...
Ukraina Kehabisan Rudal...
Ukraina sudah kehabisan rudal ATACMS pasokan Amerika Serikat yang digunakan dalam perang melawan Rusia. Foto/The Independent
A A A
KYIV - Ukraina tidak lagi memiliki misil untuk Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat (ATACMS) pasokan Amerika Serikat (AS) yang digunakan dalam perang melawan Rusia.

Krisis misil di gudang senjata Kyiv ini sejak Januari dan semakin parah setelah AS menghentikan bantuan militer sejak awal Maret 2025.

Kondisi itu diungkap AP dalam laporannya pada hari Rabu, mengutip pejabat AS dan Ukraina yang tidak disebutkan namanya.

Baca Juga: Sistem Misil S-400 Rusia Tembak Jatuh 8 Rudal ATACMS Amerika, Moskow Ancam Balas Dendam pada Ukraina

Laporan itu muncul saat AS berniat melanjutkan aliran bantuan militer ke Kyiv setelah pembicaraan dengan delegasi Ukraina di Arab Saudi pada 11 Maret.

Seorang pejabat AS dan anggota Parlemen Ukraina mengonfirmasi kepada AP bahwa Ukraina saat ini tidak memiliki rudal untuk ATACMS jarak jauh yang tersisa. Para pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim untuk memberikan perincian tentang status senjata tersebut.

ATACMS adalah rudal balistik yang dipasok AS dan dapat menyerang target sejauh 300 kilometer (sekitar 186 mil).

Mantan Presiden AS Joe Biden melonggarkan pembatasan penggunaan ATACMS oleh militer Ukraina pada November 2024, yang memungkinkan Kyiv untuk meluncurkannya terhadap target militer di wilayah Rusia.

AS mengirim Ukraina kurang dari 40 misil ATACMS secara total, kata pejabat AS tersebut kepada AP. Menurut pejabat tersebut, Kyiv kehabisan rudal tersebut sejak Januari.

The New York Times (NYT) melaporkan pada Desember 2024 bahwa Kyiv hampir kehabisan pasokan misil ATACMS dan membatasi penggunaannya.

Kyiv pertama kali mulai menerima ATACMS versi lama dengan jangkauan lebih pendek pada musim gugur 2023. Pada musim semi 2024, AS mulai mengirimkan model terbaru dengan jangkauan hingga 300 kilometer.

Saat itu, Ukraina hanya diizinkan untuk mengerahkan rudal ini terhadap target di wilayah Ukraina yang diduduki pasukan Rusia.

Menyusul perubahan kebijakan Biden—yang disertai izin dari Inggris untuk menyerang Rusia dengan rudal Storm Shadow— Ukraina melancarkan serangkaian serangan rudal-rudal tersebut terhadap lapangan udara, fasilitas militer, dan pabrik senjata Rusia.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa dia "sangat tidak setuju" dengan keputusan Biden untuk mengizinkan serangan jarak jauh Ukraina terhadap Rusia dengan senjata Amerika.

Pengiriman senjata AS dilaporkan akan dilanjutkan minggu ini setelah pejabat senior Ukraina bertemu dengan perwakilan Gedung Putih di Jeddah, Arab Saudi pada 11 Maret.

Washington memberlakukan pembekuan bantuan militer menyusul perdebatan sengit antara Trump dan Presiden Volodymyr Zelensky di Oval Office pada 28 Februari 2025.

Pada akhir perundingan Jeddah, Ukraina mengumumkan bahwa bantuan militer telah dilanjutkan dan setuju untuk menerima usulan Washington untuk gencatan senjata sementara selama 30 hari, dengan syarat Moskow mematuhi ketentuan gencatan senjata secara bersamaan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Perwira Militer Israel...
Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab
Rekomendasi
Deretan Fakta Menarik...
Deretan Fakta Menarik Usai Belanda Hajar Swedia 5-1
Jakarta Night Market...
Jakarta Night Market Glodok Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Raup Untung Besar
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Berita Terkini
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved