Jakarta Masuk Puncak Daftar Kota Dunia yang Akan Hadapi Banjir Dahsyat

Kamis, 13 Maret 2025 - 08:26 WIB
loading...
Jakarta Masuk Puncak...
Sebuah riset asing memperingatkan Jakarta masuk dalam puncak daftar kota dunia yang akan menghadapi serangan banjir dahsyat. Foto/SINDO News/Arif Julianto
A A A
JAKARTA - Sebuah riset yang ditugaskan oleh badan amal WaterAid memperingatkan bahwa Jakarta masuk dalam puncak daftar kota dunia yang akan menghadapi serangan banjir dahsyat, juga kekeringan setelahnya.

Asia Selatan dan Asia Tenggara menghadapi tren basah terkuat, sementara Eropa, Timur Tengah, dan Afrika Utara menjadi semakin kering, menurut para peneliti dalam sebuah studi data cuaca selama 42 tahun yang diambil dari lebih dari 100 kota terpadat di dunia.

"Akan ada pemenang dan pecundang yang terkait dengan perubahan iklim," kata Michael Singer dari Water Research Institute di Universitas Cardiff, salah satu penulis riset tersebut.

"Itu sudah terjadi," katanya lagi, seperti dikutip Reuters, Kamis (13/3/2025).

Baca Juga: Biden Peringatkan Jakarta Terancam Tenggelam dalam 10 Tahun Mendatang

Kota Hangzhou di China bagian timur dan Jakarta di Indonesia berada di puncak daftar kota yang akan menderita "gejolak iklim", atau serangkaian banjir dahsyat dan kekeringan yang berkepanjangan, menurut penelitian tersebut.

Sebanyak 15 persen kota yang disurvei juga menghadapi yang terburuk dari kedua dunia, dengan risiko banjir dan kekeringan ekstrem meningkat pada saat yang sama, di antaranya kota Dallas di Texas, pusat komersial China di Shanghai dan Baghdad, ibu kota Irak.

"Anda tidak bisa berasumsi bahwa setiap tempat dapat memiliki respons yang sama terhadap pemanasan atmosfer," imbuh Singer.
"Tidak peduli siapa Anda, apakah Anda kaya atau miskin atau Anda memiliki infrastruktur yang bagus atau tidak," ujarnya.

Kota pesisir China di Hangzhou mencatat rekor dengan lebih dari 60 hari suhu tinggi ekstrem tahun lalu, dan juga dilanda banjir parah yang memaksa puluhan ribu orang mengungsi.

Seperlima kota mengalami perubahan ekstrem dalam iklim, dengan ibu kota Sri Lanka, Kolombo, dan pusat keuangan India; Mumbai, "berubah" menjadi jauh lebih basah, sementara ibu kota Mesir, Kairo, dan Hong Kong, terus menjadi lebih kering.

Singer memperingatkan banyak kota yang membangun infrastruktur untuk memaksimalkan pasokan air yang langka atau mengurangi kerusakan akibat banjir kini menghadapi keadaan yang sama sekali berbeda, dan perlu berinvestasi untuk beradaptasi.

Beberapa kota yang mengalami perubahan yang menguntungkan termasuk ibu kota Jepang; Tokyo, London, dan Guangzhou di selatan China, yang memiliki bulan basah dan kering yang jauh lebih sedikit selama periode 2002 hingga 2023 dibandingkan dua dekade sebelumnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Soal Ujian Bocor, India...
Soal Ujian Bocor, India Blokir Telegram jelang Tes Masuk Kampus Kedokteran
Rekomendasi
KIP Kuliah Jalur Seleksi...
KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2026 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini
Jadwal TKA SMA 2026...
Jadwal TKA SMA 2026 Resmi Dirilis, Simak Tips Jitu Raih Nilai Tertinggi
Namanya Dicatut BEM...
Namanya Dicatut BEM Bersatu, FISIP Unas Tegaskan Tak Punya BEM Fakultas
Berita Terkini
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Infografis
Daftar 6 Tim Asia yang...
Daftar 6 Tim Asia yang Lolos Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved