Tidak Hanya Manusia, Virus Corona Juga Menyerang Anjing

Sabtu, 29 Februari 2020 - 21:11 WIB
Tidak Hanya Manusia,...
Tidak Hanya Manusia, Virus Corona Juga Menyerang Anjing
A A A
JENEWA - Keganasan virus Corona Covid-19 tidak hanya menyerang manusia, tetapi juga hewan. Seekor anjing di Hong Kong dinyatakan positif terinfeksi virus Corona Covid-19. Hal itu dikonfirmasi langsung oleh pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pemimpin teknis program kedaruratan WHO, Maria Van Kerkhove mengatakan, anjing itu diuji postif virus Corona meski tingkatnya rendah. Menurutnya, ilmuwan Hong Kong tidak yakin apakah anjing itu benar-benar terinfeksi atau terpapar virus dari permukaan yang terkontaminasi.

"Kami bekerja dengan mereka untuk memahami hasil, untuk memahami pengujian lebih lanjut apa yang mereka lakukan dan untuk memahami bagaimana mereka akan merawat hewan-hewan ini," kata Kerkhove saat konferensi pers di kantor pusat WHO di Jenewa, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu (29/2/2020).

Menurut The Wall Street Journal, anjing itu dilaporkan milik seorang wanita berusia 60 tahun yang mengalami gejala virus Corona pada 12 Februari dan kemudian dinyatakan positif. Departemen Pertanian, Perikanan, dan Konservasi Hong Kong mengatakan anjing itu tidak memiliki gejala apa pun.

"Penyeka rongga hidung dan mulutnya diuji 'lemah positif'," katanya dalam sebuah pernyataan.

Menurut badan itu anjing tersebut saat ini dikarantina di sebuah fasilitas di sebuah pelabuhan di Hong Kong. Dia akan dikembalikan kepada pemiliknya setelah tes untuk virus Coronanya menunjukkan hasil negatif.

Sebagai tindakan pencegahan, pemerintah Hong Kong mengatakan akan mengkarantina semua kucing, anjing, dan hewan peliharaan lainnya di fasilitas penampungan jika pemiliknya dinyatakan positif dan dikarantina untuk Covid-19.

Meskipun virus itu tampaknya muncul dari binatang - para ilmuwan meyakini dari kelelawar - saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa hewan peliharaan seperti anjing atau kucing dapat terinfeksi virus corona, kata departemen itu. Namun, situasinya masih berkembang, kata para ilmuwan.

Pada hari Kamis, Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (AS) mengatakan enam perusahaan obat hewan yang mencari bahan baku atau membuat produk jadi di China telah mengindikasikan mereka melihat gangguan dalam rantai pasokan yang dapat segera menyebabkan kekurangan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menyarankan pemilik hewan peliharaan membatasi kontak dengan hewan peliharaan dan hewan lain jika pemiliknya terinfeksi Covid-19. Itu termasuk membelai, meringkuk, dicium atau dijilat, dan berbagi makanan.
(ian)
Berita Terkait
Begini Cara Hong Kong...
Begini Cara Hong Kong Tundukkan COVID-19 tanpa Lockdown Total
Peringatan WHO: Virus...
Peringatan WHO: Virus Corona Tidak Akan Pernah Punah
Peneliti: Kasus Pertama...
Peneliti: Kasus Pertama Infeksi Ulang Virus Corona Terkonfirmasi
WHO Sebut Amerika Selatan...
WHO Sebut Amerika Selatan Pusat Pandemi Covid-19
Hong Kong Racik Tiga...
Hong Kong Racik Tiga Obat Mujarab atasi Covid-19
WHO Setuju Lakukan Investigasi...
WHO Setuju Lakukan Investigasi Covid-19
Berita Terkini
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
1 jam yang lalu
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
1 jam yang lalu
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
3 jam yang lalu
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
3 jam yang lalu
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
4 jam yang lalu
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
8 jam yang lalu
Infografis
Bisa Mematikan Manusia,...
Bisa Mematikan Manusia, Virus Baru dari Kelelawar Ditemukan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved