Zelensky Minta Maaf atas Pertengkaran, tapi Trump Ingin...

Selasa, 11 Maret 2025 - 07:12 WIB
loading...
A A A
Masa jabatan Presiden Zelensky secara resmi berakhir pada Mei 2024, namun dia menolak untuk menyelenggarakan pemilihan umum baru dengan alasan darurat militer yang diberlakukan selama perang melawan Rusia.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada bulan Februari bahwa Moskow tidak menganggap Zelensky sebagai kepala negara Ukraina yang sah, tetapi masih siap untuk berunding.

Trump telah menyerukan agar pemilihan presiden Ukraina diadakan di Ukraina bulan lalu, menyebut Zelensky sebagai "diktator tanpa Pemilu" dengan "peringkat persetujuan 4%".

Namun, menurut jajak pendapat terbaru oleh Institut Sosiologi Internasional Kyiv, peringkat pemimpin Ukraina tersebut berada di angka 68%, dengan angka yang meningkat tajam setelah pertengkaran publiknya dengan Trump dan Vance di Gedung Putih bulan lalu.

Zelensky menuntut jaminan keamanan dari AS, mengesampingkan pembicaraan dengan Moskow, dan mengeklaim bahwa Vance tidak mungkin mengetahui apa pun tentang masalah Ukraina karena tidak pernah mengunjungi negara itu.

Setelah pertengkaran itu, Trump menuduh tamunya tidak menginginkan perdamaian dengan Moskow dan tidak berterima kasih atas bantuan miliaran dolar yang diberikan Washington kepada Kyiv selama konflik.

Setelah kekacauan itu, Trump menghentikan bantuan militer ke Ukraina dan kemudian berhenti berbagi informasi intelijen dengan Kyiv.

Trump mengatakan minggu lalu bahwa dia merasa lebih sulit untuk berurusan dengan Ukraina daripada dengan Rusia dalam hal negosiasi penyelesaian konflik. "Hal ini mengejutkan mengingat Moskow memiliki semua kartu, sementara Kyiv tidak memiliki apa pun," katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Ini Penyebab Dasar Laut...
Ini Penyebab Dasar Laut Filipina Terangkat 2 Meter akibat Gempa Dahsyat M7,8
Rekomendasi
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
4.576 Polisi Diterjunkan...
4.576 Polisi Diterjunkan untuk Jaga Demo di 5 Titik Jakarta Hari Ini
FIFA Ancam Usir Suporter...
FIFA Ancam Usir Suporter Inggris dari Stadion Piala Dunia 2026, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Infografis
Presiden Trump: Zelensky...
Presiden Trump: Zelensky Belum Siap untuk Perdamaian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved