Benarkah Trump Bisa Lumpuhkan Seluruh Jet Tempur Siluman F-35 Eropa Hanya dengan Pencet Tombol?

Senin, 10 Maret 2025 - 12:14 WIB
loading...
Benarkah Trump Bisa...
Muncul spekulasi Presiden AS Donald Trump bisa melumpuhkan seluruh jet tempur siluman F-35 Eropa dari jarak jauh dengan menekan tombol kill switch. Namun, spekulasi ini belum terbukti. Foto/USAF
A A A
LONDON - Sebuah laporan media Inggris menyebut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dapat menonaktifkan seluruh armada jet tempur siluman F-35 Eropa hanya dengan menekan tombol "kill switch" dari jarak jauh.

Laporan itu mengutip kekhawatiran para pejabat Eropa.

Jerman akan menerima 35 unit jet tempur canggih senilai €8,3 miliar tersebut tahun depan dalam kesepakatan dengan AS.

Kemampuan AS untuk mengubah haluan yang akan membuat jet tempur itu tidak dapat dioperasikan telah lama menjadi bahan spekulasi. Namun, laporan surat kabar The Telegraph yang berbasis di Inggris dalam analisisnya menyatakan bahwa spekulasi itu belum terbukti setidaknya hingga saat ini.

Baca Juga: AS Inginkan Harta Karun Mineral Tanah Langka, Ukraina Minta Jet Tempur Siluman F-35

Meski demikian, kekhawatiran meningkat di kalangan pejabat Eropa bahwa Trump mungkin akan menggunakan tindakan drastis yang sama untuk menegakkan tujuan politiknya di Ukraina.

Pekan lalu, presiden Amerika itu membekukan bantuan militer ke Ukraina dan menghentikan pembagian informasi intelijen untuk menekan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky agar mengadakan perundingan damai dengan Rusia dan menandatangani kesepakatan mineral tanah langka dengan Washington.

Pada Sabtu pekan lalu, muncul laporan bahwa F-16 yang dipasok AS telah berhenti beroperasi di Ukraina.

Meskipun hal ini terjadi karena penangguhan dukungan penting untuk sistem radar alih-alih "dimatikan", Joachim Schranzhofer, kepala komunikasi di Hensoldt, perusahaan senjata Jerman, mengatakan kepada surat kabar Bildbahwa "kill switch" atau "saklar pemutus" pada F-35 lebih dari sekadar rumor.

Pada Jumat lalu, Departemen Pertahanan Swiss membantah laporan yang menunjukkan AS dapat mengganggu F-35, dan bersikeras bahwa operator jet tempur dapat menggunakannya "secara otonom dan independen kapan saja".

Jenderal Frederik Vansina, kepala pertahanan Belgia, mengatakan minggu lalu bahwa F-35 bukan pesawat yang dikendalikan dari jarak jauh.

Para pemimpin Eropa terus mendukung Zelensky saat Trump mengambil garis yang semakin keras terhadap Ukraina dalam perangnya melawan Rusia.

Wolfgang Ischinger, mantan ketua Konferensi Keamanan Munich, mengatakan kepada Bild bahwa hilangnya dukungan Trump untuk Ukraina menjadi pertanda buruk bagi hubungan Jerman dengan Washington dalam hal pertahanan.

"Jika kita takut bahwa AS akan membuat jet tempur F-35 Jerman di masa depan sama seperti yang mereka buat di Ukraina sekarang, maka masalah pembatalan kontrak dapat dipertimbangkan," kata Ischinger.

Prospek AS akan berbalik melawan Jerman setelah kesepakatan selesai akan membuat mereka yang telah menyuarakan kekhawatiran atas meningkatnya ketergantungan Eropa pada AS untuk persenjataan menjadi lebih berani.

Menurut Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), sekitar 55 persen impor senjata oleh negara-negara Eropa pada tahun 2019–2023 dipasok oleh AS, naik dari 35 persen pada tahun 2014–2018.

Dan Smith, direktur SIPRI, mengatakan: “Lebih dari separuh impor senjata oleh negara-negara Eropa berasal dari AS.

“Pada saat yang sama, Eropa bertanggung jawab atas sekitar sepertiga ekspor senjata global, termasuk volume besar yang dikirim ke luar kawasan, yang mencerminkan kapasitas industri-militer Eropa yang kuat," ujarnya, yang dilansir Senin (10/3/2025).

Mempertahankan hubungan Eropa-AS, imbuh Smith, adalah salah satu alasan mengapa negara-negara NATO Eropa memutuskan untuk mengimpor dari AS.

Jerman sedang berada di tengah-tengah peningkatan bersejarah untuk pertahanannya jika Rusia memperluas agresi militernya di luar Ukraina.

Rheinmetall, produsen amunisi terkemuka di Eropa, mengatakan minggu lalu bahwa mereka akan mengubah fungsi dua pabrik yang saat ini memproduksi suku cadang otomotif untuk sebagian besar membuat peralatan pertahanan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Rusia Ngamuk Bombardir...
Rusia Ngamuk Bombardir Kiev Hancurkan Gedung-Gedung, 11 Orang Tewas Puluhan Luka
Rekomendasi
Kuota Terbatas! Strategi...
Kuota Terbatas! Strategi Manfaatkan BRI KPR Bunga Spesial 1,75% untuk Rumah Pertama Anda
Profil Christina Endarwati...
Profil Christina Endarwati Ketua Majelis Hakim Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Pilot Pesawat AMA PK-RCY...
Pilot Pesawat AMA PK-RCY yang Dibakar di Bandara Ipdeheik Papua Tewas
Berita Terkini
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved