830 Warga Alawite Dibantai di Suriah, Ini Respons Presiden Ahmed al-Sharaa
Senin, 10 Maret 2025 - 08:44 WIB
loading...
A
A
A
Sisa Rezim Assad Diburu
Kementerian Dalam Negeri Suriah mengatakan pada hari Minggu bahwa pasukan pemerintah sedang melakukan operasi penyisiran di suatu wilayah di provinsi Tartus untuk mengejar sisa-sisa rezim Assad yang digulingkan.
Baca Juga: Tak Peduli Ramadan, Perang Saudara Loyalis Assad vs Pasukan Suriah Tewaskan 1.018 Orang
Kantor berita pemerintah Suriah, SANA, mengutip sumber Kementerian Pertahanan yang mengatakan bahwa ada bentrokan di desa Tanita di daerah yang sama.
Seorang fotografer AFP di kota Latakia melaporkan konvoi militer memasuki lingkungan untuk menggeledah rumah-rumah.
Di Baniyas, kota yang lebih jauh ke selatan, penduduk bernama Samir Haidar (67) mengatakan kepada AFP bahwa dua saudara laki-lakinya dan keponakannya dibunuh oleh kelompok bersenjata yang memasuki rumah-rumah penduduk, seraya menambahkan bahwa ada "orang asing di antara mereka".
"Mereka mengumpulkan semua pria di atap dan menembaki mereka," kata Haidar.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Hassan Abdul Ghani mengatakan pada hari Sabtu bahwa pasukan keamanan telah "menegakkan kembali kendali" atas daerah-daerah yang telah melihat serangan oleh para loyalis Assad.
Pembunuhan massal tersebut menyusul bentrokan yang dipicu oleh penangkapan seorang tersangka yang dicari di sebuah desa yang sebagian besar penduduknya adalah Alawite, kata SOHR, yang melaporkan "kondisi yang relatif tenang" di wilayah pesisir pada hari Sabtu.
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan fasilitas medis telah rusak dalam bentrokan tersebut dan bahwa badan PBB tersebut berusaha untuk mengirimkan obat-obatan dan perlengkapan trauma.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengatakan Suriah harus meminta pertanggungjawaban para pelaku pembantaian terhadap komunitas minoritas Suriah.
Sementara Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy mengatakan otoritas Damaskus harus memastikan perlindungan semua warga Suriah dan menetapkan jalan yang jelas menuju keadilan transisi.
Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan otoritas Suriah memiliki tanggung jawab untuk mencegah serangan lebih lanjut.
Di Yordania, Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani mengatakan: "Siapa pun yang terlibat dalam masalah ini akan dirujuk ke pengadilan."
Takut Akan Pembalasan
Kelompok Islamis Hayat Tahrir al-Sham (HTS) pimpinan al-Sharaa, yang memimpin penggulingan Assad pada bulan Desember, berakar pada cabang al-Qaeda di Suriah dan tetap dilarang sebagai organisasi teroris oleh banyak pemerintah termasuk Amerika Serikat.
Lihat Juga :