830 Warga Alawite Dibantai di Suriah, Ini Respons Presiden Ahmed al-Sharaa
Senin, 10 Maret 2025 - 08:44 WIB
loading...
Sekitar 830 warga minoritas Alawite dibantai di Suriah. Presiden interim Ahmed al-Sharaa didesak bertindak. Foto/RTE
A
A
A
DAMASKUS - Sekitar 830 warga minoritas Alawite tewas dibantai di Suriah dalam sepekan terakhir.
Ketika pembantaian massal ini jadi sorotan dunia internasional, presiden interim Ahmed al-Sharaa umumkan penyelidikan dan menyerukan persatuan nasional.
Alawite adalah kelompok minoritas Syiah. Presiden terguling Bashar al-Assad juga berasal dari kelompok Alawite.
Sejak rezim Assad digulingkan pada Desember 2024, kaum Alawite menjadi target pembantaian massal. Mereka jadi sasaran balas dendam atas kebijakan otoriter Assad selama berkuasa.
Baca Juga: Cerita Kaum Alawite Dibantai di Suriah: Jalan dan Rumah Dipenuhi Mayat
Kelompok pemantau perang Suriah, Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), mengatakan sekitar 830 warga sipil Alawite tewas dalam eksekusi yang dilakukan oleh personel keamanan atau milisi pro-pemerintah di provinsi pesisir Latakia dan Tartus.
Kepala Hak Asasi Manusia PBB Volker Turk mengatakan pembunuhan itu "harus segera dihentikan".
Liga Arab, PBB, Amerika Serikat, Inggris, dan pemerintah lain telah mengutuk kekerasan mengerikan tersebut.
Kepresidenan Suriah mengumumkan di Telegram bahwa komite independen telah dibentuk untuk menyelidiki pelanggaran terhadap warga sipil dan mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran tersebut, yang akan diadili.
Bentrokan antara pasukan keamanan baru Suriah dan loyalis Assad pecah pada Kamis lalu, setelah ketegangan sebelumnya.
Kekerasan terjadi di jantung minoritas Alawite tempat Assad berasal dan telah meningkat menjadi pembunuhan massal yang dilaporkan.
Presiden al-Sharaa telah menyerukan persatuan nasional.
"Insya Allah, kita akan dapat hidup bersama di negara ini," katanya dari sebuah masjid di Damaskus, yang dilansir AFP, Senin (10/3/2025).
Data terbaru dari SOHR menyebutkan perang saudara terbaru ini telah menewaskan 231 anggota pasukan keamanan dan 250 milisi pro-Assad, sehingga jumlah korban tewas secara keseluruhan menjadi 1.311 orang.
Ketika pembantaian massal ini jadi sorotan dunia internasional, presiden interim Ahmed al-Sharaa umumkan penyelidikan dan menyerukan persatuan nasional.
Alawite adalah kelompok minoritas Syiah. Presiden terguling Bashar al-Assad juga berasal dari kelompok Alawite.
Sejak rezim Assad digulingkan pada Desember 2024, kaum Alawite menjadi target pembantaian massal. Mereka jadi sasaran balas dendam atas kebijakan otoriter Assad selama berkuasa.
Baca Juga: Cerita Kaum Alawite Dibantai di Suriah: Jalan dan Rumah Dipenuhi Mayat
Kelompok pemantau perang Suriah, Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), mengatakan sekitar 830 warga sipil Alawite tewas dalam eksekusi yang dilakukan oleh personel keamanan atau milisi pro-pemerintah di provinsi pesisir Latakia dan Tartus.
Kepala Hak Asasi Manusia PBB Volker Turk mengatakan pembunuhan itu "harus segera dihentikan".
Liga Arab, PBB, Amerika Serikat, Inggris, dan pemerintah lain telah mengutuk kekerasan mengerikan tersebut.
Kepresidenan Suriah mengumumkan di Telegram bahwa komite independen telah dibentuk untuk menyelidiki pelanggaran terhadap warga sipil dan mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran tersebut, yang akan diadili.
Bentrokan antara pasukan keamanan baru Suriah dan loyalis Assad pecah pada Kamis lalu, setelah ketegangan sebelumnya.
Kekerasan terjadi di jantung minoritas Alawite tempat Assad berasal dan telah meningkat menjadi pembunuhan massal yang dilaporkan.
Presiden al-Sharaa telah menyerukan persatuan nasional.
"Insya Allah, kita akan dapat hidup bersama di negara ini," katanya dari sebuah masjid di Damaskus, yang dilansir AFP, Senin (10/3/2025).
Data terbaru dari SOHR menyebutkan perang saudara terbaru ini telah menewaskan 231 anggota pasukan keamanan dan 250 milisi pro-Assad, sehingga jumlah korban tewas secara keseluruhan menjadi 1.311 orang.
Lihat Juga :