Cerita Kaum Alawite Dibantai di Suriah: Jalan dan Rumah Dipenuhi Mayat

Senin, 10 Maret 2025 - 07:36 WIB
loading...
A A A
"Keponakan saya selamat karena dia bersembunyi, tetapi saudara laki-laki saya terbunuh bersama dengan semua orang di gedung itu," paparnya.

Dia menambahkan bahwa saudara laki-laki lainnya, yang berusia 74 tahun, dan keponakannya terbunuh bersama dengan semua orang di gedung mereka.

"Ada rumah-rumah dengan empat atau lima mayat di dalamnya," kata Haidar.

"Kami telah memohon agar dapat menguburkan jenazah kami," katanya, seraya menambahkan bahwa sejauh ini dia belum dapat menguburkan saudara-saudaranya.

"Mayat di Laut"


Di kota pelabuhan Latakia, AFP mendengar kesaksian dari penduduk yang mengatakan kelompok bersenjata menculik sejumlah warga Alawite yang kemudian dibunuh.

Di antara mereka adalah kepala pusat budaya milik negara, Yasser Sabbouh, yang diculik dan jenazahnya dibuang di luar rumahnya, kata seorang wartawan AFP.

Di Jableh yang lebih jauh ke selatan, seorang penduduk berbicara kepada AFP sambil menangis, mengatakan bahwa mereka diteror oleh kelompok bersenjata yang telah menguasai kota tersebut.

"Ada enam orang di rumah itu, bersama orang tua dan saudara-saudara saya. Tidak ada listrik selama empat hari, tidak ada air. Kami tidak punya apa-apa untuk dimakan dan kami tidak berani keluar," katanya yang dengan syarat tidak disebutkan namanya karena khawatir akan keselamatannya.

"Lebih dari 50 orang dari keluarga dan teman-teman saya telah terbunuh," imbuh dia. "Mereka mengumpulkan mayat-mayat dengan buldoser dan menguburnya di kuburan massal."

Jaafar Ali, seorang Alawite berusia 32 tahun dari wilayah tersebut, melarikan diri ke negara tetangga Lebanon bersama saudaranya.

"Saya rasa saya tidak akan segera kembali," katanya. "Kami adalah pengungsi tanpa tanah air. Kami ingin negara-negara membuka (saluran) migrasi kemanusiaan bagi orang Alawite."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
Ulama Syiah: Keinginan...
Ulama Syiah: Keinginan AS dan Israel Dibawa hingga Liang Kubur Mereka
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Protes Penindasan dan...
Protes Penindasan dan Bantu AS Serang Iran, Warga Syiah Mulai Melawan di Bahrain
Seluruh Tentara AS Hengkang...
Seluruh Tentara AS Hengkang setelah 10 Tahun Bercokol di Suriah
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Kebakaran Bar Bangkok...
Kebakaran Bar Bangkok Tewaskan 27 Orang, Kemlu: Tidak Ada Korban WNI
Trump: Pemimpin Iran...
Trump: Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei 90% Telah Lenyap
Rekomendasi
Tokenisasi ETF Buka...
Tokenisasi ETF Buka Akses Lebih Mudah Investasi S&P 500 dan Nasdaq
PLN Hadirkan Listrik...
PLN Hadirkan Listrik Gratis bagi Masyarakat Kurang Mampu di Siantan
Skuad Prancis Jadi Korban...
Skuad Prancis Jadi Korban Rasisme di Piala Dunia 2026, Bek Spanyol Meradang
Berita Terkini
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved