Cerita Kaum Alawite Dibantai di Suriah: Jalan dan Rumah Dipenuhi Mayat
Senin, 10 Maret 2025 - 07:36 WIB
loading...
A
A
A
Namun, di desa-desa dan kota-kota di pesisir, orang-orang berbicara tentang pembunuhan sistematis.
Assad, yang juga seorang Alawite, selama berkuasa berusaha menampilkan dirinya sebagai pelindung kaum minoritas Suriah.
Sedangkan pemerintah baru Suriah telah berulang kali menjanjikan transisi inklusif yang melindungi hak-hak kaum minoritas agama.
Namun, daerah inti Alawite telah dicengkeram oleh rasa takut akan pembalasan atas pemerintahan brutal klan Assad selama beberapa dekade.
Warga Baniyas, Samir Haidar (67), mengatakan kepada AFP bahwa dua saudara laki-lakinya dan keponakannya dibunuh oleh kelompok bersenjata yang memasuki rumah-rumah penduduk.
Meskipun sebagai seorang Alawite, Haidar termasuk dalam kelompok oposisi kiri di bawah pemerintahan Assad dan dipenjara selama lebih dari satu dekade.
Dia mengatakan bahwa dirinya mulai mendengar ledakan dan tembakan pada Jumat pagi saat pasukan yang dikerahkan ke kota tersebut tiba, seraya menambahkan bahwa ada "orang asing di antara mereka".
"Mereka memasuki gedung dan membunuh satu-satunya tetangga saya," katanya.
Dia berhasil melarikan diri bersama istri dan dua anaknya ke lingkungan Muslim Sunni, tetapi berkata: "Jika saya terlambat lima menit, saya pasti terbunuh."
Pada hari yang sama, orang-orang bersenjata memasuki gedung saudaranya yang berjarak 100 meter (yard).
"Mereka mengumpulkan semua orang di atap dan menembaki mereka," kata Haidar.
Beberapa Menit dari Kematian
Assad, yang juga seorang Alawite, selama berkuasa berusaha menampilkan dirinya sebagai pelindung kaum minoritas Suriah.
Sedangkan pemerintah baru Suriah telah berulang kali menjanjikan transisi inklusif yang melindungi hak-hak kaum minoritas agama.
Namun, daerah inti Alawite telah dicengkeram oleh rasa takut akan pembalasan atas pemerintahan brutal klan Assad selama beberapa dekade.
Warga Baniyas, Samir Haidar (67), mengatakan kepada AFP bahwa dua saudara laki-lakinya dan keponakannya dibunuh oleh kelompok bersenjata yang memasuki rumah-rumah penduduk.
Meskipun sebagai seorang Alawite, Haidar termasuk dalam kelompok oposisi kiri di bawah pemerintahan Assad dan dipenjara selama lebih dari satu dekade.
Dia mengatakan bahwa dirinya mulai mendengar ledakan dan tembakan pada Jumat pagi saat pasukan yang dikerahkan ke kota tersebut tiba, seraya menambahkan bahwa ada "orang asing di antara mereka".
"Mereka memasuki gedung dan membunuh satu-satunya tetangga saya," katanya.
Dia berhasil melarikan diri bersama istri dan dua anaknya ke lingkungan Muslim Sunni, tetapi berkata: "Jika saya terlambat lima menit, saya pasti terbunuh."
Pada hari yang sama, orang-orang bersenjata memasuki gedung saudaranya yang berjarak 100 meter (yard).
"Mereka mengumpulkan semua orang di atap dan menembaki mereka," kata Haidar.
Lihat Juga :