Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris Dukung Rencana Mesir untuk Rekonstruksi Gaza

Minggu, 09 Maret 2025 - 18:27 WIB
loading...
A A A
Ia menambahkan bahwa delegasi pimpinan Hamas, yang telah berada di Kairo sejak Jumat, sedang membahas strategi untuk memulai perundingan dan menekan Israel agar mematuhi perjanjian yang dibuat pada pertemuan puncak Arab baru-baru ini.

Dalam perkembangan terkait, Israel telah menguraikan rencana yang melibatkan "tindakan eskalasi" yang ditujukan untuk meningkatkan tekanan pada Hamas, yang berpotensi menyebabkan aksi militer baru di Gaza.

Menurut Wall Street Journal, tindakan ini dimulai minggu lalu dengan Israel menghentikan bantuan kemanusiaan ke Gaza, dengan alasan penolakan Hamas terhadap proposal gencatan senjata yang diajukan oleh utusan Presiden AS Steve Witkoff. Proposal tersebut mencakup perpanjangan gencatan senjata dan memfasilitasi pertukaran tahanan tetapi tidak menyertakan deklarasi resmi penghentian perang.

Hamas mengutuk tindakan ini, menuduh pemerintah Israel, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza dengan menjatuhkan hukuman kolektif kepada lebih dari dua juta warga sipil Palestina.

Dalam sebuah pernyataan, Hamas menggambarkan hal ini sebagai "kejahatan perang" dan mengklaim hal ini telah berlangsung selama tujuh hari, merampas makanan, obat-obatan, dan sumber daya penting bagi penduduk Gaza.

Lebih jauh, Hamas mengutuk perlakuan Israel terhadap tahanan yang ditahan oleh kelompok perlawanan, dengan alasan bahwa mereka juga menghadapi perampasan makanan dan perawatan yang sama.

Pernyataan tersebut selanjutnya menuduh Netanyahu "bertanggung jawab penuh" atas krisis kemanusiaan, mendesak negara-negara Arab dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera mengambil tindakan untuk menghentikan "kejahatan brutal" berupa kelaparan dan pengepungan, dan meminta pertanggungjawaban para pemimpin Israel atas tindakan mereka.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
2 Pemain Timnas Putri...
2 Pemain Timnas Putri Palestina Diculik Israel, FIFA Tutup Mata
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 di Filipina Bertambah Menjadi 41 Orang
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
AS Juara Piala Dunia...
AS Juara Piala Dunia 2026, Jeep Siap Bagi-bagi Mobil Wrangler
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Berita Terkini
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Infografis
AS Tolak Rencana Inggris...
AS Tolak Rencana Inggris untuk Kirim Pasukan ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved