Zelensky Tidak akan Meminta Maaf kepada Trump

Jum'at, 07 Maret 2025 - 21:45 WIB
loading...
Zelensky Tidak akan...
Presiden AS Donald Trump (tengah) menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kanan) di Gedung Putih di Washington D.C., Amerika Serikat, pada 28 Februari 2025. Foto/Xinhua/Hu Yousong
A A A
KIEV - Penasihat utama presiden Ukraina, Mikhail Podoliak, menegaskan Kiev tidak akan meminta maaf atas pertengkaran antara Volodymyr Zelensky dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih.

Dia membela perilaku Zelensky pada pertemuan pekan lalu, dengan mengklaim AS harus memahami perlunya memberikan tekanan maksimum pada Rusia.

Selama pertemuan yang menegangkan di Ruang Oval, Zelensky meragukan kemungkinan diplomasi dengan Rusia dan mengatakan kepada Trump dan wakil presidennya, J.D. Vance, bahwa AS "akan merasakan" dampak konflik tersebut.

Trump menuduh Zelensky tidak menghormati, tidak berterima kasih atas bantuan AS di masa lalu, enggan mencari perdamaian dengan Rusia, dan "berjudi dengan Perang Dunia III."

Setelah pertengkaran itu, Zelensky kembali mengucapkan terima kasih kepada AS atas bantuan militernya, dengan mengklaim, "Ukraina siap duduk di meja perundingan."

Meski tidak meminta maaf, pemimpin Ukraina itu mengakui pertemuan dengan Trump "tidak berjalan sesuai rencana."

"Sangat disayangkan hal ini terjadi," imbuh dia, seraya mendesak AS melanjutkan keterlibatan diplomatik.

Dalam wawancara dengan majalah Prancis Le Point pada hari Jumat (7/3/2025), Podoliak membela Zelensky, dengan menegaskan, "Dia benar-benar tepat dalam bentuk dan substansi ketika dia mencoba menyampaikan kepada mitra Amerika kita gagasan utama: tidak ada yang akan dilakukan tanpa paksaan dari Rusia."

"Tanpa paksaan dari Rusia, tidak akan ada perundingan damai. Presiden kita tanpa lelah menjelaskan kepada mitra kita apa perang ini dan siapa yang memprovokasinya... Jadi, kita tidak akan meminta maaf atas kesalahan yang seharusnya tidak terjadi," tegas dia.

Dia juga menolak anggapan Trump dan Vance telah "mempermalukan" Zelensky, menggambarkan perang kata-kata itu sebagai "diskusi yang sangat emosional" yang menurutnya dapat membantu dalam menyelesaikan perbedaan antara Kiev dan Washington.

Menyusul perselisihan Trump-Zelensky, AS membekukan bantuan militer dan pembagian intelijen dengan Ukraina.

Sejumlah pejabat Amerika mengatakan penghentian sementara tersebut akan tetap berlaku hingga Kiev menunjukkan komitmennya mengadakan perundingan damai.

Baca juga: 10 Negara dengan Anggaran Pertahanan Tertinggi pada 2025, Indonesia Nomor Berapa?
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Eks Presiden Korsel...
Eks Presiden Korsel Divonis 30 Tahun Penjara Terkait Operasi Drone ke Korut
10.000 Lebih Jenazah...
10.000 Lebih Jenazah Warga Gaza Masih Terkubur di Reruntuhan, Terancam Tak Bisa Diidentifikasi
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Gol Dramatis Amad Diallo...
Gol Dramatis Amad Diallo Antar Pantai Gading Tundukkan Ekuador
Berita Terkini
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved