Loyalis Assad dan Pasukan Suriah Perang Sengit, 48 Orang Tewas
Jum'at, 07 Maret 2025 - 09:20 WIB
loading...
A
A
A
Ketegangan pecah setelah penduduk Beit Ana, tempat kelahiran komandan pasukan khusus rezim Assad; Mayor Jenderal Suhail al-Hassan, mencegah pasukan keamanan menangkap seseorang yang dicari karena memperdagangkan senjata, kata SOHR.
Pasukan keamanan kemudian melancarkan operasi di daerah tersebut, yang mengakibatkan bentrokan dengan orang-orang bersenjata.
Ketegangan semakin memanas setelah sedikitnya empat warga sipil tewas selama operasi keamanan di Latakia, imbuh SOHR.
Pasukan keamanan melancarkan operasi di lingkungan Daatour di kota tersebut pada hari Selasa setelah penyergapan oleh anggota sisa-sisa milisi Assad menewaskan dua personel keamanan.
Pemberontak Islamis yang dipimpin oleh Hayat Tahrir al-Sham melancarkan serangan kilat yang menggulingkan Assad pada 8 Desember 2024.
Pasukan keamanan baru negara tersebut sejak saat itu telah melakukan operasi besar-besaran yang bertujuan untuk membasmi para loyalis Assad dari bekas benteng pertahanannya.
Warga dan organisasi hak asasi manusia telah melaporkan pelanggaran selama operasi tersebut, termasuk penyitaan rumah, eksekusi di lapangan, dan penculikan.
Pemerintah baru Suriah telah menggambarkan pelanggaran tersebut sebagai "insiden terisolasi" dan berjanji untuk mengejar mereka yang bertanggung jawab.
Pasukan keamanan kemudian melancarkan operasi di daerah tersebut, yang mengakibatkan bentrokan dengan orang-orang bersenjata.
Ketegangan semakin memanas setelah sedikitnya empat warga sipil tewas selama operasi keamanan di Latakia, imbuh SOHR.
Pasukan keamanan melancarkan operasi di lingkungan Daatour di kota tersebut pada hari Selasa setelah penyergapan oleh anggota sisa-sisa milisi Assad menewaskan dua personel keamanan.
Pemberontak Islamis yang dipimpin oleh Hayat Tahrir al-Sham melancarkan serangan kilat yang menggulingkan Assad pada 8 Desember 2024.
Pasukan keamanan baru negara tersebut sejak saat itu telah melakukan operasi besar-besaran yang bertujuan untuk membasmi para loyalis Assad dari bekas benteng pertahanannya.
Warga dan organisasi hak asasi manusia telah melaporkan pelanggaran selama operasi tersebut, termasuk penyitaan rumah, eksekusi di lapangan, dan penculikan.
Pemerintah baru Suriah telah menggambarkan pelanggaran tersebut sebagai "insiden terisolasi" dan berjanji untuk mengejar mereka yang bertanggung jawab.
(mas)
Lihat Juga :