Jerman Kehabisan Senjata untuk Ukraina

Kamis, 06 Maret 2025 - 07:28 WIB
loading...
Jerman Kehabisan Senjata...
Jerman menyatakan telah kehabisan senjata di gudang Angkatan Bersenjata-nya yang khusus dipasok untuk Ukraina. Foto/NATO
A A A
BERLIN - Jerman telah mencapai batas kapasitasnya untuk memasok senjata ke Ukraina dari gudang senjata Bundeswehr (Angkatan Bersenjata) miliknya sendiri.

Itu disampaikan juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman Michael Stempfle.

Mengutip laporan Russia Today, Kamis (6/3/2025), selama jumpa pers pada hari Rabu, Stempfle ditanya tentang transfer lebih lanjut sistem pertahanan Patriot dan senjata lainnya dari gudang senjata Jerman ke Ukraina.

Baca Juga: Bertengkar dengan Zelensky, Trump Hentikan Bantuan Militer AS untuk Ukraina

Dia menyatakan bahwa meskipun Berlin telah mengirimkan banyak sistem ke Ukraina, ada batas alami untuk ini.

Dia menekankan bahwa Berlin juga perlu memperkuat kemampuan pertahanan Jerman sendiri dan memastikan sekutu-sekutunya di Eropa berada dalam posisi yang baik.

Dia mengatakan bahwa proses untuk memastikan pertahanan Jerman sendiri berjalan paralel dengan dukungan Ukraina.

Jerman telah menjadi salah satu pendukung terpenting Kyiv sejak eskalasi perang Rusia-Ukraina pecah tahun 2022 dan telah memberikan bantuan militer dan keuangan yang substansial kepada Ukraina, hingga sekitar €44 miliar (USD47 miliar) menurut pemerintah Jerman.

Bantuan tersebut mencakup tank Leopard, roket antitank Panzerfaust 3, rudal antipesawat Stinger, dan kendaraan lapis baja antipesawat self-propelled Gepard.

Meskipun tidak jelas apa arti pengungkapan Stempfle bagi pengiriman bantuan militer Jerman di masa mendatang, hal itu terjadi pada saat Kyiv mungkin menghadapi kesulitan tambahan di medan perang setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan memutus dukungan Washington.

Beberapa media AS melaporkan bahwa Trump memerintahkan semua pengiriman senjata ke Kyiv ditangguhkan setelah pertengkaran publiknya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Jumat pekan lalu.

Penangguhan tersebut dilaporkan mencakup persenjataan penting seperti tank tempur, rudal jarak jauh, dan sistem pertahanan udara.

Washington juga telah menghentikan semua pembagian informasi intelijen dengan Kyiv, menurut Direktur CIA John Ratcliffe.

Zelensky telah menyatakan kekhawatirannya atas penangguhan bantuan militer asing, dengan menyatakan bahwa kemampuan Ukraina untuk mempertahankan pertahanannya tanpa dukungan eksternal terbatas.

Rusia secara konsisten mengkritik bantuan militer Barat ke Ukraina, dengan alasan bahwa hal itu memperpanjang konflik tanpa mengubah hasilnya.

Pejabat Moskow telah berulang kali menekankan bahwa dukungan tersebut hanya meningkatkan ketegangan dan menghambat prospek penyelesaian damai.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Konser BTS Jakarta 2026...
Konser BTS Jakarta 2026 Jadi 3 Hari, Pramono Sebut Berdampak Besar bagi Ekonomi
Baterai Menyatu Rangka,...
Baterai Menyatu Rangka, Jok Jadi Kasur, Layar Dasbor 2.5K, Leapmotor B10 SUV China Rasa Eropa
Beasiswa Program Doktor...
Beasiswa Program Doktor untuk Dosen 2026 Dibuka, Tanggung Biaya Kuliah hingga Riset
Berita Terkini
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved