7 Negara yang Masih Berperang di Tengah Bulan Ramadan 2025

Selasa, 04 Maret 2025 - 14:35 WIB
loading...
7 Negara yang Masih...
Banyak negara yang masih terlibat dalam perang selama bulan Ramadan 2025. Foto/X
A A A
GAZA - Ramadan 2025 masih menjadi duka di beberapa negara yang dilanda perang. Perang yang terjadi di bulan suci itu menambah penderitaan bagi warga.

Umumnya, negara yang masih berperang merupakan kelanjutan dari konflik yang terjadi sejak lama. Dikarenakan tidak ada penyelesaian atau pun gencatan senjata menyebabkan perang terus berkecamuk.

7 Negara yang Masih Berperang di Tengah Bulan Ramadan 2025

1. Kongo

Tentara Uganda telah mengirim pasukan ke kota lain di timur laut Republik Demokratik Kongo untuk memerangi kelompok bersenjata lokal, di tengah kekhawatiran konflik yang berkecamuk dapat berubah menjadi perang yang lebih luas.
"Pasukan kami telah memasuki kota Mahagi dan kami memegang kendali," kata juru bicara pertahanan dan urusan militer Uganda Felix Kulayigye kepada kantor berita Prancis AFP.

Pengerahan pasukan itu diminta oleh tentara Kongo menyusul dugaan pembantaian warga sipil yang dilakukan oleh milisi yang dikenal sebagai Koperasi untuk Pembangunan Kongo (Codeco), katanya, tanpa memberikan perincian lebih lanjut.

Mahagi berada di provinsi Ituri, yang berbatasan dengan Uganda, tempat sedikitnya 51 orang tewas pada 10 Februari oleh orang-orang bersenjata yang berafiliasi dengan Codeco, menurut sumber-sumber kemanusiaan dan lokal.

Codeco mengklaim pihaknya membela kepentingan komunitas Lendu, yang sebagian besar terdiri dari petani, terhadap komunitas Hema, yang sebagian besar adalah penggembala.

Uganda telah menempatkan ribuan tentara di bagian lain Ituri berdasarkan perjanjian dengan pemerintah Kongo.

Mereka juga menjalankan misi gabungan untuk memerangi pemberontak Pasukan Demokratik Sekutu (ADF) di benteng pertahanan dekat perbatasan Uganda.

Bulan lalu, Uganda mengumumkan pasukannya telah "mengambil alih kendali" Bunia, ibu kota Ituri.

Rwanda telah lama menunjuk pada dugaan keberadaan FDLR di DRC timur untuk membenarkan dukungannya terhadap M23.

M23 merilis sebuah video yang menunjukkan pasukannya menyerahkan 20 pejuang FDLR yang diduga ke Rwanda di sebuah pos perbatasan antara kedua negara.

"Ini adalah insiden palsu yang tidak pantas yang diatur dengan tujuan tunggal untuk mendiskreditkan tentara kita," kata kepala staf angkatan bersenjata Kongo dalam sebuah pernyataan.

"Ini adalah bagian dari strategi Rwanda untuk membenarkan invasi ke beberapa bagian wilayah DRC," tambahnya.

Para analis mengkhawatirkan bahwa meningkatnya kehadiran Uganda dan Rwanda di DRC timur dapat menyebabkan terulangnya apa yang disebut Perang Kongo Kedua, yang berlangsung dari tahun 1998 hingga 2003, yang melibatkan banyak negara Afrika dan mengakibatkan jutaan kematian akibat kekerasan, penyakit, dan kelaparan.

Baca Juga: NATO Terancam Bubar, Eropa Bangun Koalisi Baru

2. Sudan

Anak-anak berusia satu tahun telah diperkosa oleh orang-orang bersenjata selama konflik di Sudan. Itu sebagai kengerian yang seharusnya "mengejutkan siapa pun sampai ke inti diri mereka".

UNICEF mengatakan skala pemerkosaan anak di Sudan yang dilanda perang jauh lebih luas daripada sekadar kasus yang terdokumentasi dan mendesak semua pihak untuk mengakhiri kekerasan seksual sebagai taktik perang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Makna Bendera Merah...
4 Makna Bendera Merah di Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Balas Dendam untuk Picu Perang Meluas
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Timur Tengah Kembali...
Timur Tengah Kembali Membara! Serangan Drone Iran Menarget Militer AS
Mantan Tokoh MAGA Kecam...
Mantan Tokoh MAGA Kecam Serangan AS terhadap Iran
Ini 10 Negara yang Melarang...
Ini 10 Negara yang Melarang Masuk 2 Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir dan Smotrich
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
IRGC Tuduh AS Serang...
IRGC Tuduh AS Serang Infrastruktur Iran, Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Ahvaz
Pemimpin Iran Mojtaba...
Pemimpin Iran Mojtaba Dilaporkan Akan Pimpin Doa Bersama untuk Ali Khamenei, Muncul ke Publik?
Rekomendasi
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Keterlibatan TNI dalam...
Keterlibatan TNI dalam Penggeledahan Polri 8-10 Juli 2026
Pelatih Spanyol Pilih...
Pelatih Spanyol Pilih Hati-hati Tanggapi Kontroversi Wasit Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved